Satgas Covid-19 Segera Putuskan Makassar PSBB Lagi atau Tidak

- Makassar sudah bersiap sebelum pusat

Satgas Covid-19 Segera Putuskan Makassar PSBB Lagi atau Tidak
Pembatasan Wilayah di kota Makassar beberapa waktu lalu. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Makassar - Satgas Penanganan Covid-19 Kota Makassar mewacanakan penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemerintah disebut akan memutuskan kebijakan ini dua hari ke depan.


Hal ini diungkap Ketua Tim Ahli Epidemiologi Satgas Covid-19 Kota Makassar, Ansariadi. Menurut dia,sebelum pemerintah pusat ingin memberlakukan PSBB di sejumlah wilayah, pihaknya sudah mewanti-wanti pembatasan di Makassar (Lihat juga: Tekan Kasus Corona di Makassar, Rudy: Ekstremnya Bisa PSBB)


"Jadi sebelum pusat putuskan, kita di Makassar sudah prediksi itu. Beberapa hari lalu kita sudah wacanakan Makassar akan PSBB jika kasus terus mengalami peningkatan," kata Ansariadi saat dikonfirmasi, Sabtu (9/1/2021).


Olehnya itu, rencana PSBB pun akan dibahas terlebih dahulu. Menurut akademisi Universitas Hasanuddin itu, selain PSBB, selalu ada alternatif lain yang bisa diterapkan di Kota Makassar. 


"Ini PSBB baru kita mau bahas, karena saya bersama tim rencana mau ketemu pak Wali Kota untuk membicarakan dan diskusikan itu. Karena ada beberapa alternatif lain, nanti di situlah dipilih apakah memilih alternatif lain selain PSBB," jelasnya. (Lihat juga: Satgas Covid-19 Terbitkan Aturan Perjalanan Keluar Kota, Apa Isinya?)


Namun, Ansariadi tak menampik pemberlakuan kembali PSBB selama dua pekan seperti pada Mei 2020, jika kasus positif Covid-19 di Makassar terus alami peningkatan. 


"Inikan covid terus meningkat secara keseluruhan di Indonesia sehingga di-warning daerah lain untuk mempertimbangkan PSBB. Tetapi PSBB itu tergantung dari situasi daerah," tuturnya.


Ansariadi mengaku kepastian PSBB di Makassar dilaksanakan atau menggunakan alternatif lain akan diumumkan 2 hari ke depan. Pemberlakuan jam malam pun akan dilihat terlebih dahulu efektivitasnya lantas diputuskan untuk dilanjutkan atau berhenti.


"Nanti dua atau tiga hari kedepan kita putuskan, dengan melihat hasil dari evaluasi pemberlakuan jam malam ini. Nanti setelah kita konsultasikan dengan pak Wali baru kita informasikan," imbuhnya.


Testing Berkurang


Selain itu, Ansariadi mengakui tren kasus Covid-19 di Makassar mengalami penurunan, hal ini disebabkan terjadi penurunan testing atau pengambilan spesimen Swab. 


"Kami melihat di masyarakat sebetulnya tidak menurun, maksudnya jumlah orang yang dites covid itu berkurang jadi menurun juga kasus, beda tiga minggu lalu kita tes sampai 400 orang makanya kasus tinggi juga," ungkap dia.


Kata Ansariadi, banyaknya jumlah kasus tersebut menjadi pertimbangan pemerintah untuk pemberlakuan PSBB, termasuk di Kota Makassar. 


"Tetapi kalau ternyata banyak belum dites kita belum bisa simpulkan itu kasus menurun. Karena itu juga salah satu pertimbangan untuk melakukan PSBB," tandas Ansariadi.


Penulis: Fitria Nugrah Madani/A