Satgas Covid-19 Jeneponto Fokus Vaksinasi Anak di Bontoramba dan Tamalatea

*Kumpulkan kepala sekolah

Satgas Covid-19 Jeneponto Fokus Vaksinasi Anak di Bontoramba dan Tamalatea
Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menggelar sosialisasi gerakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. (KABAR.NEWS/Akbar Razak).






KABAR.NEWS, Jeneponto - Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mengumpulkan kepala sekolah atau kepsek tingkat sekolah dasar (SD) dari Kecamatan Tamalatea dan Bontoramba.


Kegiatan ini dilaksanakan di kediaman pribadi Kepala Dinas Pendidikan Jeneponto, Nur Alam Basir di Desa Lentu, Kecamatan Bontoramba, Selasa (8/2/2022) kemarin.


Juru Bicara Satgas Jeneponto Suryanigrat memaparkan, pemerintah saat ini memprogramkan vaksinasi anak dengan dukungan dari tenaga pendidik dan orang tua untuk menuntaskan pandemi Covid-19.


"Kita fokus di kecamatan Bontoramba dan Kecamatan Tamalatea. Target kita di 59 sekolah dan seluruh kepala sekolah kita hadirkan," kata Suryanigrat kepada KABAR.NEWS, Rabu (9/2/2022).


Vaksin yang akan diberikan untuk anak usia 6-11 tahun, kata dia, adalah jenis Sinovac dengan jumlah dosis 0,5 ml dan sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


Dia menjelaskan tim medis akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap kondisi kesehatan anak. Jika anak memiliki riwayat penyakit tertentu, tidak akan dilakukan penyuntikan vaksin.


"Kami akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum proses penyuntikan, kalau ada keluhan yang bertentangan dengan vaksin, kami tidak vaksin," ungkapnya.


Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Jeneponto ini menyebut bahwa belum ada laporan dari pihak sekolah kapan jadwal vaksinasi akan dilakukan.


Meski sudah menyatakan siap melaksanakan vaksinasi, tetapi pihak sekolah masih harus melakukan sosialisasi tingkat orang tua murid.


"Jadi kita belum tahu berapa persen kesiapan siswa atau orang tuanya karena kita akan terus melakukan sosialisasi hingga ke tingkat orang tua siswa, setelah itu kita akan lihat kesiapannyan," ucapnya.


Dalam vaksinasi ini, pemerintah melarang tenaga kesehatan dan pihak sekolah untuk melakukan pemaksaan terhadap siswa maupum orang tua yang menolak divaksin.


"Sesuai arahan presiden dan arahan bupati, tidak ada pemaksaan untuk anak usia 6-11 tahun. Kami hanya memberikan informasi manfaat vaksinasi, sosialisasi kemudian menawarkan orang tua siswa kalau memang mereka bersedia kita akan laksanakan vaksinasi di tingkat sekolah dasar," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/B