Sanksi Menanti Honorer Pemkab Sinjai Jika Nekat Mudik

Mendukung pemerintah pusat soal larangan mudik bagi pegawai.

Sanksi Menanti Honorer Pemkab Sinjai Jika Nekat Mudik
Ilustrasi. (Foto: Internet)






KABAR.NEWS, Sinjai - Pemerintah Kabupaten Sinjai ikut melarang para tenaga honorer di daerah untuk melakukan mudik lebaran Idulfitri tahun 2021 atau perjalanan ke luar daerah. Jika ditemukan ada pegawai honorer keluar daerah tanpa izin atau melakukan maka harus siap mendapatkan sanksi.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lukman Mannan menyampaikan bahwa larangan tersebut juga berlaku bagi para tenaga honorer di Sinjai.

"Larangan itu diatur oleh masing-masing kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di masing-masing instansi Pemkab di Sinjai," kata Lukman Mannan, Selasa (4/5/2021). 

Sementara Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Pemkab Sinjai, Tamzil Binawan menyampaikan bahwa larangan itu mengacu ke Surat Edaran Menpan Tentang Larangan Cuti mengacu ke PP Nomor 53 TAHUN 2010 tentang disiplin pegawai ASN.

Larangan itu sudah ditindaklanjuti melalui Surat Edaran Bupati No 18 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar Daerah dan Atau Mudik dan Atau Cuti bagi ASN di lingkup Pemkab di masa pandemi.

Yang ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Bupati No 18 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar Daerah dan Atau Mudik dan Atau Cuti bagi ASN di lingkup Pemkab di masa pandemi.

"Semuanya dilarang tak terkecuali baik ASN maupun pegawai honorer di OPD masing-masing," kata Tamzil Binawan.

Larangan tersebut mulai berlaku 6-17 Mei kepada seluruh pegawai Pemkab Sinjai maupun pegawai ASN Pemerintah Pusat yang ada di Kabupaten Sinjai. Khusus di ASN Pemkab Sinjai terdapat 4000 lebih pegawai negeri. Sedang untuk ASN pemerintah pusat 1.143 orang. Sedang pihak BKPSDM Sinjai juga menyampaikan jika ASN tetap melakukan perjalanan keluar daerah, mudik dan cuti di masa itu maka tegas sanksinya.

"Sanksinya ada, mulai teguran lisan, tertulis dan teguran berat, nanti dilihat bentuk pelanggarannya dan akan ditindaklanjuti Pak Bupati Sinjai," kata Lukman Mannan. 

Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Kabupaten Sinjai hari ini sudah mulai mengaktifkan posko pemantau mudik. Namun mereka belum memberlakukan pencegatan di pintu keluar masuk Sinjai.

Tetapi petugas baru memberlakukan sosialisasi ke masyarakat terhadap pemberlakuan pembatasan kegiatan mikro masyarakat mulai 6-17 Mei. Saat ini posko pemantau mudik telah berdiri di beberapa titik.

Penulis: Syarif/B