Sandiaga Prihatin Dengar Dana Hibah Pariwisata Dikorupsi

Delapan orang di Dinas Pariwisata Buleleng ditetapkan tersangka oleh Kejari.

Sandiaga Prihatin Dengar Dana Hibah Pariwisata Dikorupsi
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto: Setneg)






KABAR.NEWS, Tabanan - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengaku prihatin mendengar dana hibah pariwisata di Buleleg, Bali dikabarkan dikorupsi. Sebelumnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, Bali telah menetapkan delapan orang tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata. 

Sandiaga mengaku akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keungan (BPK), dan Badan Pengawas Keungan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan pengawasan dana hibah pariwisata tersebut. Hal itu, kata mantan Calon Wakil Presiden Indonesia ini, agar tidak terjadi misalokasi pemberian bantuan. 

"Semua harus kita pastikan jangan sampai ada misalokasi maupun potensi dari tindak pidana korupsi," ujarnya dikutip dari detik.com, Senin (15/2/2021). 

Atas adanya kejadian ini, Sandi mengaku prihatin. Namun dirinya memastikan bakal berjuang terus karena masyarakat di Bali mengharapkan pemerintah untuk membantu dengan memberikan berbagai sentuhan.

"Menyentuh, memeluk, memberikan bantuan dengan dana hibah, program padat karya kita minta para pemangku kepentingan untuk menjunjung tinggi amanah yang diberikan kepada kita semua," kata Sandi.

Total Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tahun 2020 mengucurkan dana hibah pariwisata sebesar Rp 3,3 triliun. Tahun 2021, Sandi menjanjikan bakal mengucurkan program serupa untuk membantu pelaku wisata dan ekonomi kreatif.

Sandi meminta agar pelaksanaan program dana hibah pariwisata dilakukan dengan tata kelola yang baik seperti adanya transparansi, akuntabilitas, responsible dan sebagainya. Hal ini dinilai sangat penting untuk diterapkan karena program ini dilakukan untuk memberikan dukungan kepada para masyarakat pariwisata yang terdampak pandemi sehingga adanya keterpurukan ekonomi.

"Jadi saya ingin menyampaikan kepada para pelayan publik, teman-teman saya di sektor pemerintahan maupun seluruh stakeholder, mari kita junjung tinggi tata kelola yang baik dan kita pastikan bahwa dana hibah pariwisata ini betul-betul dirasakan oleh saudara-saudara kita di sektor pariwisata," kata Sandi.

Sebelumnya, dana hibah pariwisata dikabarkan dikorupsi oleh sejumlah oknum di Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Bali. Delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng.

Delapan orang tersebut yakni MD SN, N AW, P S, NS, IGA MA, K W, N GG, dan P B. Barang bukti yang diamankan sementara dalam kasus ini sebanyak Rp 377 juta dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 656 juta.