Rutan Mamuju Rusak Parah Pasca Diguncang Gempa

Koordinasi dengan Kementerian PUPR untuk perbaikan.

Rutan Mamuju Rusak Parah Pasca Diguncang Gempa
Kepala Rutan Mamuju, Gusti. (Foto: KABAR.NEWS/Darsil Yahya)






KABAR.NEWS, Mamuju - Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Mamuju, Gusti mengungkapkan seluruh tembok bangun rutan hancur setelah diguncang gempa bumi magnitudo 6,2 pada Jumat (15/1/2021).

"Tembok keliling kiri, kanan dan belakang hancur. Kemudian perkantoran pun retak-retak semua, sudah tidak bisa atau tidak layak digunakan lagi. Butuh perbaikan secara menyeluruh," ucap Gusti saat ditemui KABAR.NEWS di Posko Rutan Mamuju, Selasa (19/1/2021).

Meski hancur, Gusti mengaku pihaknya sedikit demi sedikit telah melakukan pembenahan demi kembali bisa berkantor.

"Kita sudah proses perbaikan bangunan kita sudah mulai menata-nata apa-apa yang bisa diperbaiki," ujarnya.

Kendati demikian, ia belum memastikan berapa total kerugian dialami, serta ia mengaku akan menggandeng pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menginventarisir kerugian akibat gempa.

"Kami belum bisa menilai, karena bukan ini (wewenang). Nanti mungkin kami akan kerja sama PUPR yang bisa menilai berapa total kerugiannya," tuturnya. 

Selain itu, ia menyatakan bahwa jumlah pegawai Rutan Kelas II B Mamuju sebanyak 47 orang dan telah aktif berkantor sejak Senin (18/1/2021). 

"Untuk pegawai kami jumlah keseluruhan 47 orang. Namun mulai kemarin hari Senin kita sudah berdinas seperti biasa, kita mulai apel pagi, kemudian kondisi mereka seluruhnya dalam keadaan selamat dan sehat sehingga kegiatan rutan tidak ada halangan dari hal jumlah pegawai. Aman, Tidak ada yang menjadi korban, Alhamdulillah," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ada 1 orang warga binaan yang mengalami patah tangan serta 9 orang lainnya sempat kabur menyelamatkan diri saat gempa terjadi meski akhirnya ke-9 warga binanaan ini dikabarkan secara sukarela telah kembali ke rutan Mamuju. 

Penulis: Darsil Yahya/A