Skip to main content

Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS, Pengaruh Demo Floyd?

Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS, Pengaruh Demo Floyd?
Ilustrasi Dolar Amerika Serikat. (Unsplash/Viacheslav Bublyk)

KABAR.NEWS, Jakarta - Nilai tukar (kurs) mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Selasa (2/6/2020) pagi.

 

Pada pukul 9.35 WIB, menurut laporan Antara, rupiah menguat 145 poin atau 0,99 persen menjadi Rp14.465 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.610 per dolar AS.


Lantas, adakah pengaruh demo kematian George Floyd di AS atas menguatnya mata uang rupiah terhadap greenback? Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, memberikan jawaban.


Dia menjelaskan, hari ini rupiah mungkin bisa mendapatkan dorongan penguatan terhadap dolar AS karena kondisi demo rusuh di AS yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi AS.


"Selain itu, pasar juga masih merespons positif rencana pembukaan kembali sebagian aktivitas ekonomi di tengah pandemi yang masih berlangsung," ujar Ariston kepada Antara, Selasa.


Namun di sisi lain, lanjut Ariston, potensi perang dagang AS dan China bisa menahan penguatan tersebut. Ada kabar dari sumber Reuters bahwa kemungkinan pemerintah China menunda pembelian barang pertanian dari AS.


Ariston memperkirakan rupiah hari ini berpotensi bergerak menguat di kisaran Rp14.500-Rp14.450 per dolar AS dan resisten Rp14.700 per dolar AS.


Pada Jumat (29/5/2020) lalu, rupiah ditutup menguat 105 poin atau 0,71 persen menjadi Rp14.610 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.715 per dolar AS.

 

Flower

 

loading...