Skip to main content

RSUD Pangkep Gelar Simulasi Pencegahan Kebakaran 

simulasi kebakaran RSUD Pangkep
Direktur RSUD Batara Siang, dr.Annas Ahmad melakukan simulasi pemadaman api di halaman rumah sakit. (KABARNEWS/Saharuddin)

KABAR.NEWS, Pangkep - Ratusan orang yang terdiri dokter, perawat, karyawan dan security Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Siang mengikuti simulasi pemadaman kebakaran di halaman rumah sakit ini,  Jl.Sultan Hasanuddin, Kabupaten Pangkep. Kamis (12/9/2019). 

 

Dalam simulasi kebakaran, pihak rumah sakit mendatangkan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pangkep untuk melatih dalam sosialissai dan simulasi bahaya yang ditimbulkan oleh bencana kebakaran. 

 

“Kita harus cepat tanggap dan cekatan untuk memahami dalam menanggulangi jika terjadinya kebakaran. Kegiatan simulasi ini kita gelar guna mempelajari teknik cara memadamkan api seperti kompor gas atau hal lainnya dalam menggunakan APAR atau handuk basah sesuai teori dan teknik yang kita pelajari untuk meminimalisi resiko jika terjadinya bencana kebakaran,"kata Ince Ridwan, salah satu petugas Damkar Kabupaten Pangkep. 


Baca juga: Anggaran Pengembangan RS Kanker Tak Disetujui Dewan


Direktur RS Batara Siang Kabupaten Pangkep, dr. Annas Ahmad mengatakan, kebakaran yang kemungkinan terjadi di rumah sakit tidak ada yang bisa menjamin aman dari potensi kebakaran, olehnya itu sebagai staf yang bekerja di rumah sakit juga harus mampu menanggulangi bahaya-bahaya seperti kebakaran. 

 

Menurutnya, sistem penanggulangan pemadaman api harus di simulasikan sesuai standar akreditasi sebab tiap rumah sakit memiliki kemampun dalam hal penanggulangan kebakaran di internal rumah sakit. 

 

"Simulasi ini dilakukan untuk mempelajari teknik dalam penanggulangan resiko jika terjadi bencana kebakaran yang mungkin disebabkan oleh konsleting listrik, ginset, kompor masak di ruang gizi atau hal lainnya. "


Baca juga Dinas PU Pangkep Hadirkan Inovasi Pompa Pengendali Banjir


Mencegah musibah kebakaran adalah tanggung jawab bersama karena itu, kata dia, jika terjadi hal mencurigakan seperti adanya percikan api, asap atau hal lainnya harus cepat melaporkan. 

 

"Perlu kita sadari, selain memahami teknis. Rasa kepedulian bisa mengurangi resiko terjadinya bencana kebakaran,“  ujarnya.

 

Saharuddin/B

 

 

loading...