RSUD Jeneponto Batal Pecat Ratusan Honorer, Solusinya Gaji Dipotong

Pemberhentian honorer urung dilakukan karena mempertimbangkan aspek putra daerah

RSUD Jeneponto Batal Pecat Ratusan Honorer, Solusinya Gaji Dipotong
RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto. (KABAR.NEWS/Akbar)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Rencana RSUD Lanto Daeng Pasewang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, untuk merumahkan ratusan tenaga honorer kemungkinan urung dilakukan pada tahun 2022.


Kasubag Umum dan Kepegawaian RSUD Jeneponto Fitriany mengatakan, salah satu solusi agar mereka tak dipecat yaitu mengurangi jasa atau upah mereka setiap bulan.


"Kita mau mengeluarkan atau memberhentikan seperti yang ada diberita kemarin, kita kasihan juga karena rata-rata putra daerah. Mau kemana lagi dia mau mengabdi?" ujar Fitriany kepada KABAR.NEWS di ruang kerjanya, Sabtu (6/11/2021).


Menurut dia, cara tersebut diklaim sangat ampuh dalam mengambil sikap. Sebab, pihak rumah sakit sebenarnya sangat berat jika harus memecat mereka.

Kasubag Umum dan Kepegawaian RSUD Jeneponto, Fitriany. (KABAR.NEWS/Akbar Razak)


Fitriany menjelaskan bahwa pemangkasan gaji tenaga honorer tersebut bukan semata-mata karena wacana pemecatan itu. Melainkan, karena anggaran  yang bersumber dari dana DAU yang diberikan hanya sebesar Rp7,8 miliar untuk tahun depan.


"Satu cara yang harus kita tempuh menurunkan dia punya jasa perbulan. Karena Pagu yang diberikan oleh dari dana DAU itu yang sekarang Rp11 miliar, tahun depan Rp7,8 miliar lebih itu khusus jasa non-ASN," jelasnya.


Apalagi pihak rumah sakit akan menerapkan sistem BLUD pada tahun 2022. Salah satu persyaratannya adalah melakukan pengurangan tenaga.


"Jadi kita berpikirnya kalau memang tidak ada pengurangan jasanya yang harus diturunkan. Tapi besok lusa itu akan menjadi kendala kalau kita BLUD kita yang mengelola keuangan, tidak mungkin besar pengeluaran daripada pemasukan karena adanya over," terangnya.


Mantan Kabag Humas RSUD Jeneponto ini menuturkan, pengurangan jasa honorer tersebut tidak dilakukan secara sepihak. Namun, dibahas melalui rapat internal dengan melibatkan masing-masing kepala ruangan. Nantinya kepala ruangan akan menyampaikan kepada anggotanya masing-masing.


"Saya beberapa kali telpon teman-teman bagaimana Karaeng kalau jasanya dikurangin. Kalaupun ribut besok lusa kita perlihatkan memang begini yang diberikan. Begini Pagu yang dikasih oleh pemerintah melalui dana DAU. Disampaikan melalui rapat internal," ucap Fitriany.


Ia memastikan bahwa sistem ini akan tetap diberlakukan pada tahun 2022, meski BLUD tetap dilaksanakan. 


"Rapat interen dibawa. Kemarin khusus perawat di pelayanan itu Rp400 ribu perbulan, sekarang 2021 menurun Rp350 ribu. Kembali ke tahun 2018," kata dia.


Fitriany mengatakan bahwa jasa setiap tenaga honorer akan dipotongan sebesar Rp50 ribu per bulan.


"Rp7,8 miliar ini kita harus berpikir dengan keadaan pegawai non-PNS yang 850 orang. Berarti kita harus berpikir tidak ada pengurangan. Berarti jasa harus diturunkan," pungkasnya.

Penulis: Akbar Razak/A