RPG: Peran Pemuda Hadapi Dekadensi Moral dan Pengangguran

Partisipasi pemuda di Sulsel diwadahi kehadiran Perda nomor 3 tahun 2018.

RPG: Peran Pemuda Hadapi Dekadensi Moral dan Pengangguran
Anggota DPRD Sulsel, Rudy Pieter Goni saat memaparkan Perda Nomor 3 Tahun 2018 di RM Hong Kong, Makassar, Minggu (14/2/2021). (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Makassar - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel), Rudy Pieter Goni menilai peran pemuda dalam pembangunan bagi pembangunan daerah dan negara. Untuk itu, keberadaan Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2018 tentang Pembangunan Kepemudaan sangat penting. 

RPG akronim namanya mengaku teringat kata Presiden pertama Indonesia, Soekarno yakni beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.

”Kalimat itu seperti menggambarkan betapa dahsyatnya kekuatan pemuda sebagai agen perubahan," ujarnya saat sosialisasi Perda Nomor 3 Tahun 2018 di Rumah Makan Hong Kong, Jalan Timur, Makassar, Minggu (14/2/2021). 

Lebih lanjut, RPG menjelaskan bahwa kehadiran Perda ini Pemerintah Daerah harus melakukan koordinasi strategis untuk mengefektifkan penyelenggaraan kepemudaan dalam rangka mengatasi dekadensi moral, pengangguran, kemiskinan dan kekerasan dan bahaya akan narkotika psikotropika dan zat adiktif lainnya.

"Pemuda punya peran penting dalam rangka mengatasi dekadensi moral, pengangguran, kemiskinan dan kekerasan dan bahaya akan narkotika psikotropika dan zat adiktif lainnya," tuturnya. 

Sementara Aktivis pemuda dari Nahdlatul Ulama (NU), Raisuljaiz menggambarkan peran pemuda sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan sampai era reformasi sekarang ini.

“Di era kepemudaan sekarang ini maka pemuda berperan sebagai agent of change. Sebagai agen perubahan, pemuda Indonesia memiliki peranan untuk menjadi pusat dari kemajuan bangsa dengan melakukan kegiatan-kegiatan produktif yang positif,” tutur Raiz yang juga Sekretaris DPD BMI Sulawesi Selatan. 

Kedua, pemuda juga harus menjadi agen pembangunan berbagai sektor, serta harus menjadi agen pembaruan. Lain halnya yang disampikan Annisa, aktivis Taruna Merah Putih (TMP) Sulsel ini berharap keberadaan Perda ini menjadi sarana pemberdayaan pemuda dengan mengedepankan aspek ideologi, sebagai alat persatuan dan pemersatu.

“Dengan seringnya memberikan pelatihan untuk memenuhi pengembangan sumber daya yang dimilikinya,” kata Anisa dalam kegiatan yang diikuti aktivis pemuda dari berbagai elemen organisasi ini. 

Penulis: Darsil Yahya/C