Skip to main content

Rizieq Shihab Belum Mau Pulang, Polisi Hanya Bisa Menunggu

Pihak kepolisian masih menunggu kepulangan tersangka kasus dugaan konten pornografi
Rizieq Shihab. (Int)

KABAR.NEWS, Jakarta - Pihak kepolisian masih menunggu kepulangan tersangka kasus dugaan konten pornografi Rizieq Shihab yang masih berada di Arab Saudi sejak Mei lalu.

Namun mengenai langkah tegas yang bakal diambil ketika pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu kembali ke tanah air, pihak kepolisian masih enggan berkomentar.

"Kita tunggu saja," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Senin (12/2/2018) seperti dilansir CNNIndonesia.

Saat ditanya soal desakan mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap kasus yang menjerat Rizieq. Argo enggan menjawabnya secara rinci. 

"Semua kemungkinan bisa terjadi tergantung daripada penyidik seperti apa," katanya singkat.

"Tergantung daripada penyidikan, semua kemungkinan bisa terjadi," ujar Argo mengulangi kembali.

Sebelumnya, anggota Tim Pembela Ulama dan Aktivis Razman Arif Nasution mengatakan keinginan Rizieq untuk pulang saat ini masih terkendala dugaan kriminalisasi dan diskriminasi atas kasusnya yang saat ini berjalan di Kepolisian.

"Oleh karena itu, maka saya melihat sebagai lawyer, warga negara, apa susahnya mengesampingkan kasus beliau (Rizieq) ini. Ada diskresi khusus, keluarkan SP3, klir masalah ini dan demi kemaslahatan bangsa," kata Razman dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (10/2).

Selain itu Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana juga menilai Rizieq memiliki hak hukum untuk mendapat SP3. Dalam tinjauan sosiologis hukum, kata dia, kasus Rizieq perlu dipertimbangkan. 

Dia menjelaskan, banyak peristiwa hukum yang dapat dijadikan rujukan untuk mengeluarkan SP3. Salah satunya deponering (mengenyampingkan) kasus KPK di Kejaksaan