Skip to main content

Riset Median, 66,6% Responden Tolak Jika Jokowi dan Prabowo Berpaket di Pilpres

Survei
Ilustrasi.(INT)

 


KABAR.NEWS, Jakarta - Lembaga survei Media Survei Nasional (Median) merilis hasil elektabilitas Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) di Pilpres 2019 mendatang. Dari hasil survei tersebut setidaknya 66,6 persen responden menolak jika Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto berpaket di Pilpres 2019 mendatang.


Direktur Riset Median Sudarto menjelaskan tingginya angka survei tidak diinginkannya Jokowi dan Prabowo Subianto berdasarkan hasil pertanyaan quisioner 'apakah semua tokoh bisa berpasangan dengan Jokowi?'. Hasilnya tidak semua nama yang ada di dalam radar cawapres dapat dipasangkan dengan Jokowi.


"Ternyata tidak semua tokoh bisa dipasangkan dengan Jokowi. Kenapa? karena ketika kami tanyakan kepada orang-orang yang memilih Prabowo Subianto, 'bapak-ibu, seandainya Prabowo menjadi wakilnya Jokowi anda mau nggak milih?' ternyata 66,7 persen masyarakat nggak mau pilih," kata Sudarto dikutip dari detikcom, di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).


"Artinya Prabowo bukan pasangan yang cocok dengan Jokowi. Itu karena ada lebih banyak konstituen di Prabowo nggak setuju dan nggak suka kalau Prabowo dipasangkan dengan Jokowi," lanjutnya.


Berbeda jika Jokowi dipasangkan dengan Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Nama Cak Imin lebih diterima jika berpaket dengan Jokowi bahkan angkanya mencapai 100 persen. 


"Ada tiga tokoh dalam 10 besar elektabilitas. Yang pertama Muhaimin Iskandar karena 100 persen orang yang mengaku pilih Muhaimin menjawab mau pilih (Jokowi)," ungkap Sudarto.


Baca Juga: 


Survei ini dilakukan pada 24 Maret-6 April 2018 dengan 1.200 responden yang merupakan warga yang memiliki hak pilih. Margin of error survei ini sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel survei dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Quality control dilakukan terhadap 20% sampel yang ada.


Hasil survei pada pertanyaan 'apakah semua tokoh bisa berpasangan dengan Jokowi' adalah sebagai berikut:


1. Muhaimin Iskandar

100 persen bersedia memilih Jokowi


2. Prabowo Subianto

- 66,7 persen tidak bersedia memilih Jokowi
- 16,7 persen bersedia memilih Jokowi. - 16,7 persen tidak jawab


3. Hary Tanoesoedibjo

- 66,7 persen bersedia memilih Jokowi 
- 25 persen tidak bersedia memilih Jokowi
- 8,3 persen tidak jawab.

4. Anis Matta

- 66,7 persen tidak bersedia memilih Jokowi
- 18,5 persen bersedia memilih Jokowi
- 14,8 persen tidak jawab.


5. TGB M Zainul Majdi

-  65,2 persen tidak bersedia memilih Jokowi
- 17,4 persen bersedia memilih Jokowi 
- 17,4 persen tidak jawab


6. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

- 52,8 persen bersedia memilih Jokowi 
- 22,2 persen tidak bersedia memilih Jokowi
- 25 persen tidak jawab


7. Gatot Nurmantyo

- 49 persen tidak bersedia memilih Jokowi
- 28,6 persen bersedia memilih Jokowi 
- 22,4 persen tidak jawab


8. Anies Baswedan

- 45 persen tidak bersedia memilih Jokowi
- 21,7 persen bersedia memilih Jokowi 33,3 persen tidak jawab

 

9. Jusuf Kalla

- 31,4 persen bersedia memilih Jokowi
- 31,4 persen tidak bersedia memilih Jokowi 
- 37,1 persen tidak jawab