Skip to main content

Respons Mendagri Terkait Penutupan Akses di Papua

KABAR.NEWS Jakarta
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (INT)

 

KABAR.NEWS, JAKARTA - Langkah Pemerintah Provinsi (Pemrov) Papua menutup akses laut dan udara dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona tak mendapat persetujuan. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian disebut menolak kebijakan (Pemrov) tersebut.

 

“Sama sekali tidak menyetujui,” kata Staf Khusus Tito, Kastorius Sinaga.

 

Kastorius mengatakan arahan pemerintah pusat ke pemerintah daerah bukan penutupan transportasi. Akan tetapi, larangan untuk berkumpul dalam jumlah banyak, baik untuk kegiatan sosial, budaya atau agama.

 

“Pusat mendorong daerah untuk ikut mencegah penyebaran Covid-19 lewat cara physical distancing, seperti peniadaan acara yang menghimpun orang banyak,” kata dia dilansir Tempo.co, Rabu (25/3/2020).

 

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua resmi menutup akses jalur penerbangan dan pelayaran ke Papua. Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan kebijakan itu akan berlaku sejak 26 Maret hingga 8 April 2020 untuk mencegah penyebaran virus Corona di Bumi Cendrawasih.

 

Penutupan akses ke Papua hanya berlaku bagi orang. Angkutan barang dan makanan ke Papua akan tetap dibuka. Status siaga daruratvirus corona di wilayah itu sudah berlaku sejak 17 Maret lalu.

 

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, mulai 26 Maret hingga 9 April 2020, akses orang atau penumpang baik melalui laut maupun udara akan ditutup sementara, guna mencegah penyebaran virus corona di Papua.

 

"Namun untuk angkutan barang dan bahan makanan tetap akan dibuka," kata Gubernur Enembe seusai memimpin rapat Forkopimda terkait COVID-19 di Jayapura, dikutip Antara, Selasa (24/3/2020).

 

Dia mengatakan, penutupan itu dilakukan hingga 14 hari ke depan dan akan diperpanjang bila terjadi peningkatan kasus.

 

Tidak ada istilah lockdown, kata Enembe, melainkan hanya pembatasan sosial. Dia menegaskan hal itu juga berlaku bagi penumpang kapal PT. Pelni, yang tidak akan diizinkan turun.

 

"Hanya barang yang diperbolehkan turun di bandara dan pelabuhan di Papua," katanya.

 

Penutupan jalur penerbangan dan pelayaran ke Papua telah disepakati dalam rapat penanganan dan pencegahan Covid-19 yang digelar Lukas Enembe dan sejumlah pemimpin daerah lain.

 

Lukas dalam rapat itu sekaligus menyusun sejumlah langkah taktis yang akan diambil Pemprov Papua dalam menangani wabah pandemi global tersebut.

 

loading...