Skip to main content

Respon Bupati Bulukumba Ketika Dituding Terlibat Suap

SUKRI SAPPEWALI
Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali. (IST)

KABAR.NEWS, Makassar - Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali angkat bicara terkait tudingan suap dalam proyek pembangunan irigasi senilai Rp 49 miliar di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan pengakuan salah satu oknum ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui akun facebooknya, terdapat sebuah pernyataan adanya suap dalam proyek irigasi.

Hal ini yang mendasari Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa (PPM) Sulsel mengadukan hal itu ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Kejati pun membentuk tim untuk mendalami indikasi tersebut.

"Saya mungkin lebih setuju kalau ini diusut Kejati supaya jelas siapa yang disogok dan siapa yang menyogok, serta uangnya dari mana," ujar Sukri Sappewali kepada KABAR.NEWS, Selasa (25/9/2018).

Sebab menurut Sukri, rekomendasi itu hanya untuk mengurus APBD tahun anggaran 2017. Sedangkan list APBD yang dimunculkan oleh salah satu oknum ASN dalam postingan itu hanya list palsu.

"Ini si oknum ASN yang akan mengurus, tapi itu (keterangan dalam postingan) palsu. Karena dana yang ada itu resmi hanya Rp 30 miliar. Tingkahnya oknum ASN ini sudah keterlaluan, jadi saya akan laporkan pencemaran nama baik," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Kejaksaan Tinggi Sulselbar telah membentuk tim untuk mengusut laporan dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) di lingkup Pemkab Bulukumba.

"Ada yang melaporkan terkait dugaan korupsi DAK, tambahan pengerjaan irigasi. Nah laporan tersebut kemudian kita tindak lanjuti dan sekarang sudah dibentuk tim untuk melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan," ujar Salahuddin, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel.

Salahuddin menambahkan, tim yang sudah dibentuk saat ini mulai turun lapangan untuk mendalami dugaan tersebut. "Intel diam-diam sudah turun melakukan pemetaan-pemetaan, tentunya juga kita berkoordinasi dengan Aparat Pengawasan Interen Pemerintah (APIP)," jelasnya.

  • Andi Frandi