Resmikan Academic Health Centre RS Unhas, Rektor: Harus Jadi Rujukan Indonesia Timur

Gedung Academic Health Centre RS Unhas dibangun sejak tahun 2018.

Resmikan Academic Health Centre RS Unhas, Rektor: Harus Jadi Rujukan Indonesia Timur
Resktor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu. (Istimewa)






KABAR.NEWS, Makassar - Rektor Universitas Hasanuddin Makassar, Prof Dwi Aries Tina Pulubuhu meresmikan lewat soft launching Academic Health Center Rumah Sakit Unhas, Selasa (5/4). Gedung Academic Health Center RS Unhas ini memiliki 6 lantai dengan masing-masing punya fasilitas kesehatan berbeda. 

Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu berharap gedung yang dibangun sejak tahun 2018 ini bisa dimanfaatkan dengan secara optimal. Apalagi, ada tiga fungsi yang dijalankan yakni pusat pelayanan, pendidikan, dan penelitian.

"Kami berharap RS ini eksistensinya sebagai rumah sakit kesehatan, pendidikan, dan penelitian. Ini tiga ini harus jalan. Karena inilah yang menjadi unggulan RS Unhas dibanding rumah sakit lainnya," ujarnya.

Ia mendorong agar RS Unhas bisa menjadi Gedung Academic Health Center menjadi salah satu rumah sakit rujukan di Indonesia. Ia melihat sarana dan prasarana yang ada sudah bisa memenuhi hal tersebut.

"Harus bisa menjadi rujukan di Indonesia Timur bahkan di Indonesia secara keseluruhan. Paling tidak bisa seperti National University Hospital yang ada di Singapura," sambung Prof Dwia.

Guru Besar FISIP Unhas mengatakan bahwa anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan ialah USD 23 Juta. Dana itu dikucurkan oleh Bank KFW Jerman.

"Dana yang diberikan cukup besar, yaitu 30 juta Dollar US, jadi harus dipergunakan sebaik mungkin," terangnya.

Terakhir, ia menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pihak Kementerian Kesehatan, Kemendikbud Ristek Dikti, dan Rektor Unhas terdahulu. Itu atas dukungan yang diberikan. 

"Sehingga Unhas bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah, yang sumber dananya berasal dari luar negeri," tukasnya.

Direktur Utama RS Unhas, dr Maisuri Tajuddin Chalid menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan terbaik dengan kehadiran gedung tersebut. "Kami akan berupaya semaksimal mungkin memberikan kesembuhan bagi pasien," ujarnya.

Seperti yang disampaikan Prof Dwia, Maisuri juga mendorong agar RS Unhas bisa menjadi rumah sakit rujukan di Indonesia. Terkhusus di Indonesia Timur.

"Karena kita sudah mempunyai fasilitas yang lengkap. Ada satu alat MRI yang merupakan pertama di Indonesia. Gedung ini melengkapi pelayanan yang ada," tukasnya.

Sementara itu, Ketua PIU, Prof Indrianty mengatakan jika Gedung Academic Health Center ini dilengkapi dengan 17 alat standar, dan satu alat MRI dengan teknologi terbaru. Ini merupakan pertama di Indonesia. 

Serta telemedicine untuk menjangkau daerah-daerah yang tidak bisa dijangkau. "Proyek ini juga berhasil meningkatkan SDM kita, dengan membiayai 80 pendidikan gelar dan 500 pendidikan non-gelar," ujar Prof Indrianty.

Di sisa waktu pengerjaan Gedung Health Academic Center, Indrianty berharap agar RS Unhas bisa menjadi pelopor untuk memadukan pendidikan dan kesehatan yang bertaraf Internasional.

Dalam soft launching tersebut turut hadir Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi Kemendikbud Ristek Dikti, Muhammad Sofwan Effendi. Juga Mantan Rektor Unhas terdahulu, seperti Prof Idrus Paturusi, dan Direktur Utama RS Wahidin Sudirohusodo, Prof Syafri Kamsul.