Rekannya Dilapor ke Polisi, Puluhan Mahasiswa Minta Kadis Capil Jeneponto Dicopot

oknum mahasiswa yang menuding Disdukcapil melakukan prakter pungli terkait kepengurusan.

Rekannya Dilapor ke Polisi, Puluhan Mahasiswa Minta Kadis Capil Jeneponto Dicopot
Puluhan mahasiswa dari Aliasi Pemuda Turatea (Aptur) Kabupaten Jeneponto, melakukan aksi unjuk rasa di samping kantor Bupati Jeneponto. (Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Puluhan mahasiswa dari Aliasi Pemuda Turatea (Aptur) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan melakukan aksi unjuk rasa di samping kantor bupati, Sabtu (1/5/2021).

Aksi yang dilakukan tersebut bertepatan dengan Hari Jadi Jeneponto ke-158 tahun 2021 dan Hari Buruh Sedunia.

Unjuk rasa tersebut dilakukan buntut dari salah satu rekannya dilaporkan ke Polres Jeneponto oleh Kepala Bidang Pelayanan Disdukcapil, Isnawati Paneng atas dugaan pungli beberapa waktu lalu.

Jenderal lapangan, Dedi Arsandi dalam orasinya mengatakan, pihaknya mendesak Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar untuk segera melakukan peyuratan ke Kemendagri untuk mencopot Kadis Capil. 

"Kami mendesak Bupati Jeneponto untuk melakukan peyuratan kepada kementerian dalam negeri untuk mencopot kepala dinas capil, ibu kabid pelayanan, kasi pelayanan dan salah satu honorer yang di anggap melanggar etika tata kelola pemerintah," ujarnya.

Dia juga meminta, supaya bupati melakukan evaluasi terhadap kepala dinas capil lantaran dianggap sistem pelayanan kurang prima.

Dedi juga mengutuk keras terkait tudingan pencemaran nama baik instansi Dukcapil yang dialamatkan kepada rekannya.

"Mengevaluasi kinerja para pegawai dukcapil yang diduga masih melakukan tindakan pungli," jelasnya.

Selain itu, Dedi juga meminta Iksan Iskandar untuk melakukan evaluasi terhadap beberapa posisi strategis yang diduduki satu keluarga.

"Meminta kepada bapak bupati melakukan evaluasi terhadap beberapa pegawai yang diduga melakukan penganiayaan terhadap salah satu mahasiswa atas intruksi kepala Dinas Disdukcapil," ungkapnya.

Sebelumnya, Puluhan pegawai Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mendatangi Mapolres setempat, Selasa (27/4/2021).

Kedatangan para pegawai tersebut untuk melaporkan oknum mahasiswa yang menuding Disdukcapil melakukan prakter pungli terkait kepengurusan.

Tudingan pungli itu bermula saat oknum tersebut datang ke Disdukcapil. Mahasiswa tersebut melihat kepala seksi tengah berbicara dengan eks pegawai di dinas tersebut. Lalu memfoto kepala seksi tersebut yang dicurigai menerima uang. Namun, saat dimintai untuk menunjukkan bukti pungli tersebut, mahasiswa itu lantas tak mampu membuktikanya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan KABAR.NEWS di Mapolres Jeneponto mahasiswa itu digiring oleh para pegawai ke ruang penyidik. Tampak, pria itu menggunakan baju kaos.

Penulis: Akbar Razak/B