Rampok Rumah Dosen di Makassar, 2 Bersaudara Ditembak Polisi

Pelaku kabur ke Parepare usai merampok rumah seorang dosen di kawasan Panakkukang, Makassar.

Rampok Rumah Dosen di Makassar, 2 Bersaudara Ditembak Polisi
Polrestabes Makassar saat menggelar ekspose penangkapan pelaku perampokan di rumah seorang dosen di Mapolrestabes Makasssar, Kamis (19/2/2021). (Foto: Polrestabes Makassar)






KABAR.NEWS, Makassar - Dua bersaudara merupakan pelaku pencurian dangan pemberatan (Curat) ditembak polisi usai merampok rumah seorang dosen di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku yakni Hamdan (26) dan Ramli (30) diberi hadiah timah panas dibagian kakinya lantaran melawan saat hendak ditangkap.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar, Komisaris Polisi Agus Khaerul mengatakan dua bersaudara ini diciduk unit Jatanras Polrestabes Makassar di tempat pelariannya di Jalan Puaccara, Kota Parepare, Sulsel, Rabu (17/2/2021). Kompolotan perampok sadis ini terakhir kali melakukan aksinya dengan menyasar rumah seorang dosen di Kota Makassar.

"Ada 4 tempat kejadian perkara kalau hasil pengembangan oleh dua tersangka ini. Semuanya di bulan Februari. Ada di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar," kata Agus kepada wartawan di kantornya, Kamis (18/2/2021).

Agus menjelaskan dua tersangka ini melakukan aksi curatnya di rumah dosen di Kecamatan Panakkukang, Makassar. Modusnya pemilik rumah disekap dan diancam dengan senjata tajam badik agar menunjukan lokasi penyimpanan barang berharganya.

"Barang bukti beberapa alat elektronik dan perhiasan emas. Kerugian di rumah dosen ditaksir Rp 70 juta lebih," ungkap Agus.

Lanjut Agus, selain mencuri perhiasan, mereka juga membawa kabur sepeda motor milik korban. Agus menyebutkan sebelum beraksi, keduanya lebih dulu mamantau kondisi lingkungan dan rumah korbannya serta beraksi saat malam hari.

"Mereka mencongkel pintu dan jendela rumah dengan linggis, obeng hingga beberapa perkakas lainnya. Senjata tajam digunakan, untuk mengancam korban agar menuruti permintaan keduanya," kata dia.

Hasil curian kedua saudara kandung itu pun digunakan untuk berfoya-foya. Lebih lanjut kata Agus, kedua tersangka ditembak kakinya karena melawan dan berupaya kabur saat ditangkap. 

Dalam penangkapan itu, petugas menyita banyak barang bukti yang belum sempat dijual. Mulai dari handhphone, hingga sisa perhiasan. Hasil pendalaman polisi, ternyata kedua tersangka ini merupakan residivis dalam kasus yang sama.

Mereka kini menjalani proses hukum di Mapolrestabes Makassar, keduanya dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana tentang pencurian. "Ancaman hukuman 9 tahun penjara," tandas Agus.

Penulis: Reza Rivaldy/A