Ralat: Massa di Jeneponto Kepung Rumah Pelaku Pengancam Pembunuhan

Sebelumnya diberitakan pelaku pemerkosaan

Ralat: Massa di Jeneponto Kepung Rumah Pelaku Pengancam Pembunuhan
Polisi mengamankan pelaku pengancaman pembunuhan di Desa Arungkeke Palantikang, di Jeneponto, Sabtu (24/7/2021).






KABAR.NEWS, Jeneponto - Aksi pengepungan rumah oleh warga di Desa Arungkeke Palantikang, Kecamatan Arungkeke, Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (24/7/2021), ternyata bukan untuk mencari terduga pelaku pemerkosaan. Melainkan mencari pelaku yang mengancam membunuh seorang anak.


Sebelumnya, KABAR.NEWS menerbitkan berita berjudul "Breaking News: Ratusan Massa di Jeneponto Kepung Tempat Persembunyian Terduga Pelaku Pemerkosaan". Dugaan pemerkosaan disebutkan berdasarkan keterangan sejumlah warga kepada wartawan di lokasi pengepungan.


Terduga pelaku pengancaman pembunuhan adalah Nyitto. Lelaki 27 tahun tersebut dicari ratusan massa karena mengancam hendak menghabisi nyawa seorang anak perempuan bernama NA. Motifnya, korban dianggap menyembunyikan ayahnya yang diduga memprovokasi pelaku.


"Bukan pelaku pemerkosaan, tapi Nyitto mengancam membunuh anak ini sehingga warga mengepung rumahnya," ujar Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul kepada wartawan.


Setelah beberapa jam rumah tempat persembunyiannya dikepung ratusan warga, Nyitto (27) akhirnya bisa diamankan polisi. Proses evakuasi Nyitto saat itu juga cukup menegangkan karena pihak keluarga dan warga lainnya ingin main hakim sendiri. Beruntung aparat bertindak tegas.


Pelaku Diburu Sembunyi di Rumah Anggota TNI


Orang tua NA, Bakri menceritakan kronologi kejadian yang menimpah anak gadisnya itu. Dia menyebut, Nyitto masuk ke dalam rumahnya. Saat itu, anaknya berada di ruang tamu.


Ia kemudian mengancam NA dengan parang dan menanyakan keberadaan sang ayah. Jika tak memberi tahu, NA akan dibunuh.


"Naik di rumah, anak ku diancam pakai parang. Dia bilang, kalau tidak kudapat bapak mu, ku bunuh ko," ujarnya kepada KABAR.NEWS di Polres Jeneponto.


Di situ korban kemudian berteriak histeris. Tetangga korban yang saat itu sedang menggelar pesta sontak dibuat kaget. Termasuk sang ayah.


NA kemudian melarikan diri dan berhasil selamat. Orang tua korban dibantu warga sekitar langsung mengejar pelaku hingga ke rumahnya.


"Saya tidak berhenti di rumah langsung saya cari. Saya datangi rumahnya tidak ketemu. Saya kejar, banyak orang kejar," jelasnya.


Dia menjelaskan, bahwa pelaku berhasil selamat dari kejaran massa karena bersembunyi ke rumah warga yang diketahui milik anggota TNI. "Pelaku sempat dikepung karena tidak bisa lari makanya naik ke rumah. Kita mengerti juga karena itu rumah punya anggota," ungkapnya.


Dia mengaku bahwa pemilik rumah sempat mengahalau massa agar tidak naik ke atas rumah. Sebab, jika naik barang-barang di atas rumah akan hancur dibuat massa.


"Pemilik rumah bilang, tolong jangan naik, hargai saya. Karena kapan naik banyak dihancurkan di atas. Yang penting saya jagai di sini," ucapnya.


Ia mengaku tak tahu apa alasan sehingga dirinya dicari oleh pelaku. Padahal hubungan emosional keduanya cukup baik. "Sebelumnya tidak pernah pak, malahan kalau saya datang dari Bulukumba apa yang dia minta saya kasih. Rokok dan lainnya. Kemungkinan besar ada yang provokasi," kata Bakri.

Sementara itu, PLT Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul membenarkan jika pihaknya telah mengamankan terduga pelaku. "Pelaku sempat hendak dihakimi massa karena yang bersangkutan ini diduga melakukan pengancaman terhadap korban NA," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/B
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Catatan redaksi: Kami memohon maaf kepada pembaca atas kekeliruan berita sebelumnya.