Skip to main content

Purnawirawan Tentara Turki Korban Penganiayaan di Gowa Akan Lapor Mabes Polri

Penganiayaan
Warga Negara Asing asal Turki, yang juga adalah purnawirawan militer Turki, Ilhan Kaya bersama tim penasehat hukumnya saat memberikan keterangan perss di salah satu kedai di Jalan Yusuf Deng Awing, Makassar, Jumat (15/2/2019).


KABAR.NEWS, Makassar - Korban penganiayaan Warga Negara Asing (WNA) asal Turki, Ilhan Kaya di Perumahan Puri Diva Istambul, Kabupaten Gowa pada tanggal 5 September 2018 lalu, akan melapor ke Mabes Polri melalui tim kuasa hukumnya. Rencana dilakukan setelah proses hukum di Polres Gowa dinilai terkesan tidak kooperatif. Ilhan dikeroyok di rumah pribadinya.


Kuasa hukum Ilhan Kaya, Akhmad Rianto mengatakan, bahwa sejak awal ingin melapor ke Polres Gowa memang terjadi kejanggalan. Dia menceritakan bahwa pada hari kejadian tahun lalu, asisten rumah tangga Ilhan Kaya bernama Veronika melapor ke Polres Gowa. 


Baca Juga:


Namun saat itu, pihak penyidik hanya memasukan pasal perampasan dengan cara kekerasan. Dasarnya karena saat itu Veronika yang merekam Ilhan yang dikeroyok oleh 8 orang, ponselnya dirampas dan dirusak.


Setelah dianiaya, Ilhan Kaya dilarikan ke Rumah Sakit Grestelina sehingga tidak sempat melapor. Empat hari dirawat RS, Ilhan Kaya kemudian ke Polres bersama tim kuasa hukumnya. Hanya saja, saat itu laporannya tidak diterima dengan alasan sudah ada laporan dari Veronika.


"Pada saat itu sempat terjadi perdebatan panjang, akhirnya hanya penambahan pasal. Pak Ilhan Kaya sempat di BAP sebagai saksi korban, pasal penganiayaan itu dimasukan," kata Akhmat Rianto kepada sejumlah awak media di Jalan Yusuf Deng Ngawing, Makassar, Jumat (15/2/2019).


Sementara itu, kuasa hukum lainnya, M Syahrur Ramadhan mengatakan bahwa memang ada kesan yang menjanggal terkait proses hukum di Polres Gowa. Dia mengaku bahwa kliennya terkesan tidak mendapatkan keadilan. Olehnya itu, ia akan merambah dan mencari keadilan di Mabes Polri.


Dia menceritakan, sebelumnya sudah ada empat tersangka terkait laporan Veronika yang ditahan di Polres Gowa, sementara empat lainnya masih dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO). 


Namun tiba-tiba empat orang tersangka itu dilepaskan tanpa koordonasi dengan pihak kuasa hukum Ilhan Kaya. Empat orang itu ditangguhkan. Menurut Syahrur da overlam kasus itu sangat tidak wajar ditangguhkan, karena masih ada emoat orang DPO sehingga ditakutkan akan menghilangkan barang bukti, melarikan diri dan berkomunikasi dengan empat rekannya yang DPO.


"Saya juga perlu jelaskan, bahwa Polres Gowa terkesan tidak bisa membuktikan penganiayaan yang dialami Ilhan Kaya. Sementara kan ada korban, mana mungkin ada korban lalu sangat sulit dibuktikan. Ini kan, Kejaksaan selalu P19, mengembalikan berkas penyidik dengan alasan tidak cukup kuat," tuturnya.


Lebih parahnya lagi, salah satu tersangka yang dilepas melaporkan balik Ilhan Kaya dengan pasal pengancaman menggunakan badik. Diketahui, kejadian tahun lalu saat empat bersaudara rencana menagih utang piutang Ilhan Kaya di kediaman pribadinya. Ilhan dilaporkan mengancam pihak penagih dengan sebilah badik.


"Jadi laporan balik itu masuk tanggal 11 Januari, sprindiknya keluar tanggal 13 Januari, surat penaggilannya sebagai saksi ke pak Ilhan Kaya juga keluar tanggal 13. Diundangan itu, pak Ilhan Kaya dijadwalkan tanggal 16 besok. Besok kan hari Sabtu, bukan hari kerja, kenapa tidak sekalian diundang hari Minggu," tegasnya.

 

Olehnya, hari Senin mendatang, Ilhan bersama istrinya dan tim pengacara akan berangkat ke Jakarta. Pihaknya juga telah berkoodinasi dengan pihak Kedutaan Besar Turki untuk Indonesia. Berdasarkan informasi dari Syahrur yang berkoordinasi dengan pihak Kedutaan diperintahkan ke Jakarta untuk selanjutnya melaporkan ke Mabes Polri.


"Kita juga sudah komunikasi dengan Kedutaan Turki. Selama ini memang dia pantau kasusnya, namun masih berharap ada keadilan. Setelah dia tau prosesnya seperti ini, Kedutaan siap membantu, ini sementara kita asistensi. Sebenarnya izin tinggal di Indonesia Ilhan Kaya ini sudah seumur hidup," tegasnya.


Ilhan Kaya adalah purnawirawan Tentara Turki yang merupakan Owner Perumahan Puri Diva Istambul. Syam Rizal yang juga merupakan tim pengacara Ilhan Kaya masih menarub harapan ke Polres Gowa agar bisa mendapat keadilan, tepi berkaitan rencana untuk melapor ke Mabes Polri akan tetap dia lakukan, termasuk bersurat ke Polda Sulsel.


"Memang ada beberapa kejanggalan, tapi kita masih berharap ke Polres Gowa agar Pak Ilhan Kaya mendapat keadilan," ucapnya.


Sementara itu, Ilhan Kaya mengatakan saat dirinya hendak melapor, pihak Polres tidak mau menerima laporannya. 


"Beberapa bulan kemudian laporannya tersangka diterima. Itu jelas, tapi Polres Gowa sudah memanggil saya untuk memberikan keterangan," tandasnya.

 

loading...