Skip to main content

Proyek MRR tak Juga Rampung, DPRD Sulsel Akan Panggil Pemprov dan Pemkot

Proyek Middle Ring Road yang diharapkan bisa mengatasi kemacetan di kota Makassar.(KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)


KABAR.NEWS, Makassar - Pembangunan Proyek Midle Ring Road (MRR) atau Jalur Lintas Mamminasata masih dalam tahap pengerjaan yang sebelumnya diharap rampung oleh Gubernur Provinsi Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada akhir tahun 2017 ini. Salah satu kendala dari lambannya proses pengerjaan Proyek MRR adalah terkendala pada pembebasan lahan warga. 


Menanggapi progres proyek MRR, Ketua Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Provinsi Sulsel, Dharmawangsyah Muin mengaku bahwa pihaknya akan segera memanggil seluruh pihak terkait proyek MRR dengan melakukan rapat kerja.


Politisi partai gerindra ini berpendapat bahwa semua DPRD Sulsel juga ingin agar proyek MRR selesai dan dapat menjadi lajur baru dalam mengurai kemacetan di Jalan Perintis Kemerdekaan dan sekitarnya.


“Keinginan kita bersama untuk mempercepat proyek MRR. Tapi hingga saat ini masih terkendala masalah lahan yang di dalam penguasaan Kota Makassar,” kata dia saat dihubungi KABAR.NEWS melalui telepon selulernya, Selasa (26/12/2017).


“Sehingga dalam waktu dekat kami Komisi D akan segera menggelar rapat kerja bersama pemerintah kota, provinsi beserta  OPD Bina Marga sekaligus balai jalan nasional,” katanya.

Ia menambahkan, rapat kerja tersebut untuk mencari jalan keluar sekaligus merumuskan langkah penyelesaian percepatan pembebasan lahan yang belum selesai.


“Nanti solusinya kita akan diskusikan bersama - sama dalam rapat kerja,”tegasnya.


Proyek MRR sendiri, ditangani oleh PT. Sumbersari Ciptamarga dan dibangun dengan sumber dana dari APBD tahun anggaran 2015 hingga 2018 dengan penanganan 4 buah jembatan yaitu jembatan Tello II, jembatan PDAM, Jembatan kanal Batua dan jembatan kanal Borong. Proyek lain berupa pelebaran jembatan Tello I dengan panjang hingga 60 meter.

 

  • Arya Wicaksana