Prostitusi Online di Vidaview Makassar, Sekali Kencan Rp500 ribu

Salah satu PSK-nya berusia 17 tahun

Prostitusi Online di Vidaview Makassar, Sekali Kencan Rp500 ribu
Ilustrasi Prostitusi Online. (INTERNET)






KABAR.NEWS, Makassar - Dua perempuan diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) diamankan polisi dari Apartemen Vidaview, jalan Topaz Raya, Kota Makassar, Sabtu (20/2/2021) malam.


Kedua PSK ini diduga menawarkan jasanya secara online dengan tarif beragam. Mereka yakni NN (19) dan satunya lagi masih anak bawa umur berinisial IC. (Baca juga: Modus Muncikari Rekrut Anak di Bawah Umur untuk Prostitusi Online)


Saat diperiksa polisi, NN mengaku memilih Vidaview sebagai tempat melayani tamu karena aman. Pemilik kamar juga mengetahui bisnis gelap yang dia perbuat.


"Kamarnya kita sewa untuk BO (Booking Online)" kata NN saat ditemui, di Mapolsek Panakkukang, Sabtu malam.


"Aman kalau di situ (Apartement Vidaview, red) karena aksesnya tidak sembarang bisa masuk," ucap N.


Tarif Rp500 ribu sampai Sejuta


Di hadapan polisi, NN mengakui bahwa tarif sekali kencan dengan pria hidung belang dibanderol Rp500 ribu. Bahkan tak jarang ia menerima duit Rp1 juta untuk sekali BO.


NN juga menyebut bahwa didirinya dan IC sudah menjalankan bisnisnya itu sudah 3 bulan lamanya di apartemen mewah Vidaview, .

Tak hanya itu, NN bersama IC juga bisa melayani tamu dalam sehari sebanyak 2 pria hidung belang. Lokasinya pun sama, yakni di Vidaview.


KABAR.NEWS masih berupaya meminta konfirmasi pihak apartemen Vidaview terkait pengakuan dua terduga PSK ini. Hingga berita ini tayang, manajemen Vidaview belum memberikan menjawab 


Kanit Reskrim Polsek Panakukkang, Iptu Iqbal Usman mengatakan sedang mengejar penyedia atau pemilik kamar Vidaview yang disewa oleh dua PSK tersebut. (Baca juga: Prostitusi Online di Sidrap: Tarif Rp800 ribu, Muncikarinya Seorang MUA)


Iqbal juga menyebut kegiatan prostitusi ini sudah sering terjadi di dalam kontrakan tersebut. Dia mengaku pihaknya belum cukup bukti untuk mengungkap kasus prostitusi daring yang melibatkan anak bawa umur.


"Sudah lama kita selidiki kasus ini, tetapi baru sekarang bisa di ungkap dengan adanya laporan kasus penganiaayaan salah satu wanita di situ, dari dasar itulah kita kembangkan sehingga mendapatkan 2 perempuan belia yang sedang menunggu pelanggannya," ungkap Mantan Kanit Reskrim Polsek Rappocini.


Penulis: Reza Rivaldy/B