Prostitusi Online di Sidrap: Tarif Rp800 ribu, Muncikarinya Seorang MUA

Pelanggan difasilitasi kondom dan pelumas lubricant

Prostitusi Online di Sidrap: Tarif Rp800 ribu, Muncikarinya Seorang MUA
Ilustrasi prostitusi. (Unsplash/mustangjoe)












KABAR.NEWS, Sidrap - Polisi mengungkap jaringan prostitusi online di salah satu hotel di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Muncikari bisnis gelap ini menawarkan tarif Rp800 ribu untuk sekali kencan dengan PSK.


Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Benny Pornika mengatakan, berdasarkan pengakuan muncikari para Pekerja Seks Komersial (PSK) ini, mereka mendapatkan upah sekitar 20 persen dari setiap kencan PSK.


"Pengakuannya para muncikari ini mencarikan pelanggan lewat Michat, setelah itu mereka kirim foto lewat WhatsApp, di situlah juga tawar - menawar. Muncikarinya dapat bagian 20 persen dari bisnisnya ini, mereka bagi-bagi," kata Benny melalui keterangan tertulisnya, Jumat (18/12/2020).


Para muncikari yang diamankan masing-masing berinisial, A (23), F (24), H (27) dan D (23). Sementara inisial tiga PSK prostitusi online ini yakni R (25), P (25) dan I (21). 


Saat digeledah, polisi menemukan sejumlah barang bukti antara lain 29 saset kondom, 3 botol pelumas lubricant, 10 unit handphone, dan sejumlah uang tunai yang diduga merupakan hasil prostitusi para pelaku.


Tak hanya itu, para pria yang berperan sebagai muncikari dalam prostitusi ini juga punya pekerjaan lain yang berbeda-beda. Misalnya, muncikari A dan H kedua pria ini menurut polisi adalah Makeup Artist (MUA).


Berdasarkan data dari pihak kepolisian, ternyata para muncikari dan PSK-nya itu tidak tercatat sebagai warga Kabupaten Sidrap, melainkan berasal dari Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Balikpapan dan Provinsi Kalimantan Timur.


Aparat membongkar bisnis esek-esek ini setelah menyamar sebagai calon pelanggan. Muncikari dan PSK diamankan polisi pada Kamis  (17/12/2020) malam, di sebuah hotel Jalan Ratulangi, Sidrap.


"Anggota menyamar dan melakukan transaksi lewat Michat itu, berhubungan langsung dengan muncikarinya," kata Benny.


Penulis: Reza Rivaldy/B