Propam Jeneponto Klaim Tak Tutupi Kasus Pemukulan Mahasiswa

Polisi pemukul mahasiswa

Propam Jeneponto Klaim Tak Tutupi Kasus Pemukulan Mahasiswa
Polisi membubarkan massa pengunjuk rasa UU Omnibus Law di Jeneponto pada 12 Oktober 2020. (KABAR.NEWS/Akbar)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Bidang Propam Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan, belum menetapkan siapa anggota Polri memukul mahasiswa peserta unjuk rasa menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang digelar di Jeneponto, 12 Oktober 2020.


Pemukulan itu terjadi pada saat aksi tolak UU Omnibus Law berakhir ricuh. Polisi memukul mundur massa. Akibatnya, 4 mahasiswa harus dilarikan ke RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto karena luka-luka. 


Propam Polres Jeneponto telah melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari memeriksa para korban hingga memeriksa saksi-saksi. 


Kasi Propam Polres Jenenponto, Iptu Bambang Widi berdalih, bahwa kasus ini terus berlanjut hingga masih dalam proses penyelidikan. Bambang mengaku, pihaknya tidak pernah menutup-nutupi kasus ini. 


"Demi clear-nya permasalahan kami tidak tutup-tutupi. Dikatakan tidak ada pemeriksaan, kalau bisa tolong dikoreksi kembali," ujarnya kepada wartawan di Jeneponto, Sabtu (12/12/2020).


Kata dia, selama proses hukum masih berjalan, pengawasan kasus ini semakin diperketat. Tujuannya, agar institusi Polri tidak terkesan bermain-main.


Selain itu, Bambang mengatakan, polisi juga terus mengumpulkan bahan-bahan keterangan dari sejumlah korban hingga saksi. 


"Kita harus banyak mengambil keterangan. Semakin banyak lebih bagus. Kita akan gali dari awal. Jadi dua-duanya kami akan tetap melakukan pemeriksaan," katanya. 


Dia mengaku, sejauh ini sudah ada 5 orang yang diduga terindikasi. Pihaknya akan terus melakukan penyelidikan lebih dalam. 


Penulis: Akbar Razak/B