Prof. Zubairi: Varian Baru Corona Sudah Ada Sejak September

- Ketua Satgas IDI

Prof. Zubairi: Varian Baru Corona Sudah Ada Sejak September
Ilustrasi Virus Corona. (KABAR.NEWS/Arya Wicaksana)






KABAR.NEWS, Makassar - Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Profesor Zubairi Djoerban menyebut varian baru Virus Corona sudah ada sejak 20 September, namun baru disadari beberapa hari terakhir.


"Saya mau bicara soal varian baru virus korona, yang sebenarnya sudah ada dari 20 September silam, tapi baru disadari beberapa hari lalu," tulis Prof. Zubair pada akun Twitter-nya @ProfesorZubairi, Jumat (25/12/2020).


Menurut pengajar di Universitas Indonesia itu, varian baru Corona bernama N501Y dan punya kemampuan infeksi yang lebih tinggi dibanding strain lain. Dia menyebut varian baru lebih mudah menular 70 persen. Terutama kepada anak-anak.


Zubairi menyangga klaim yang menyebut bahwa varian baru Corona tidak bisa terdeteksi tes PCR. Ahli penyakit dalam ini menegaskan varian baru bisa dideteksi melalui alat PCR.


"Tidak usah khawatir. Tes PCR ini bisa mendeteksi tiga spike (seperti paku-paku yang menancap pada permukaan virus korona) berbeda. Sehingga, varian baru ini masih tetap bisa dideteksi tes PCR," tweet dia.


Diketahui, sejumlah negara telah melaporkan penemuan varian baru Virus Corona. Negara tersebut antara lain, Inggris, Afrika Selatan, Denmark, Israel, Irlandia Utara dan Austrlia. 


Selain itu, negara Gibraltar juga menemukan varian baru Corona, Italia, Belanda, Singapura dan Prancis. Mutasi strain ini pertama kali dilaporkan berasal dari Inggris.


Zubair menandaskan varian baru Corona tidak akan mempengaruhi vaksinasi. Hal itu karena vakson Covid-19 tidak membentuk satu respons antibodi saja. 


"Yang harusnya terpengaruh adalah kebijakan kita dan keputusan orang untuk berlibur. Sekali lagi, mari perketat tali masker," tandas Prof. Zubair.