Skip to main content

Presiden Turki Tunjuk Menantunya Jadi Menteri Keuangan

Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.(INT)


KABAR.NEWS, Ankara - Pasca kembali memenangi Pemilu Turki, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan langsung membuat keputusan kontroversial dengan melakukan bersih-bersih terhadap sejumlah pejabat dan pegawai. Tak hanya itu, kali ini Erdogan mengangkat menantunya, Berat Albayrak sebagai Menteri Keuangan (Menkeu).


Penunjukkan ini pun menuai sorotan dari parlemen. Meski demikian, Erdogan tak bergeming. Ia menganggap Berat sangat layak untuk menugaskan mengembalikan kestabilan Lira, mata uang Turki yang dalam beberapa waktu terakhir merosot.


Baca Juga: 

"Kami meninggalkan sistem yang di masa lalu membuat negara kami harus membayar harga mahal dalam wujud kekacauan politik dan ekonomi," ujarnya dalam pidatonya seusai dilantik di parlemen pada Senin (9/7/2018) kemarin.


Kemenangan Erdogan dalam pemilu bulan lalu bukan sekedar melanjutkan jabatan presiden selama lima tahun, tapi juga menandai transisi Turki dari sistem parlementer ke sistem presidensial.

 

Mulai bulan ini Erdogan berwenang menunjuk menteri dan wakil presiden. Dia juga berhak campur tangan dalam sistem hukum. Selain menunjuk menantunya untuk menduduki posisi menteri keuangan, Erdogan memilih panglima militer Jenderal Hulusi Akar sebagai menteri pertahanan. Adapun Mevlut Cavusoglu dipertahankan sebagai menteri luar negeri.


Kalangan oposisi dan pengkritik Erdogan menilai kewenangan baru yang dimiliki pria tersebut akan menghancurkan demokrasi di Turki. Pada Minggu (8/7/2018), pemerintah Turki telah memecat lebih dari 18.000 anggota tentara, polisi, akademisi, serta pegawai negeri.


Keterangan resmi pemerintah Turki menyebutkan 18.632 orang telah dipecat, termasuk 8.998 anggota polisi serta 6.152 personil militer, seperti dilaporkan kantor berita AFP. Dan menurut kantor berita Reuters, ada 199 akademisi yang dipecat dari berbagai universitas di seluruh negara itu.


Langkah pembersihan ini merupakan yang terbaru setelah upaya kudeta militer yang gagal dua tahun silam.


Sosok Berat sendiri merupakan bukan orang asing di dalam kabinet yang dibentuk Erdogan. Pada tahun 2015 lalu, Berat merupakan Menteri Energi.