Skip to main content

"PR" Kejati Sulselbar 2019: Jen Tang dan 29 Nama-nama Ini Jadi DPO

"PR" Kejati Sulselbar 2019: Jen Tang dan 29 Nama-nama Ini Jadi DPO
Kantor Kejaksaan Tinggi Sulselbar di Jalan Urip Sumoharjo Makassar. (Ilustrasi KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Di tahun 2019 mendatang, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar harus bekerja ekstra. Pasalnya, terdapat 30 orang terdakwa yang telah melarikan diri masih dalam tahap pencarian atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).



Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Tarmizi mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2018, intelijen Kejaksaan hanya mampu meringkus 24 orang terdakwa yang masuk dalam DPO. Dan intelijen kejaksaan masih memiliki "PR" untuk melakukan pencarian 30 orang yang masuk dalam DPO.

 

"Total DPO kita bersama dengan Kejari yang ada di sulsel maupun Sulbar sebanyak 30 orang. Dan Tim Intelijen Kejaksaan masih melalukan pencarian dan pemburuan para DPO tersebut," ucapnya dalam press release akhir tahun, Senin (31/12/2018).

 

Untuk kedepannya, Tarmizi pun berjanji untuk menuntaskan dan meringkus para DPO tersebut. Bahkan kata dia, jikapun memiliki kendala berarti, maka akan berkoordinasi langsung dengan Mahkamah Agung RI.



"Kami akan terus berupaya mencari mereka, ini menjadi catatan bagi kami soal para DPO ini untuk tahun 2019 mendatang," pungkasnya.


Berikut nama-nama DPO Kejati Sulselbar dari sejumlah Kejaksaan Negeri:



*Kejati Sulselbar: Soedirjo Aliman alias Jen Tang dan Rosdiana Adris.

 

*Kejari Makassar: Ikbal lewa (6 tahun penjara) denda 1 Milyar dan Dra. Ahmad Rusdi, kasus sejak tahun 2010 dan denda 320 juta.

 

*Kejari Parepare: Mubassir (kasus tahun 2012 tahap Eksekusi dihukum 1 tahun penjara dan denda 30 juta).

 


*Kejari Bone: DPO tahun lalu sudah kita tangkap 11 orang tapi masih ada DPO lagi bernama Boni Tabrani (3 tahun penjara), Syamsuddin Abbas (4 tahun penjara kasus 2013), Fahruddin (1 tahun 2 bulan penjara kasus 2018), soni putra samapta (5 tahun penjara kasus 2017), satu perkara ini kerugian negara 2 Milyar.

 

*Kejari Palopo: Arwin satu (1) orang.

 

*Kejari Mamuju: Risma (5 tahun penjara), Hj. Ani (8 tahun penjara), Abdul Makmur (8 tahun penjara), Jamal Tansa (4 tahun penjara), Amir Ambo (4 tahun penjara), Edwin (1 tahun 6 bulan penjara). Rusmadi Candra (10 tahun penjara dengan denda Rp.22 Milyar), Ir Roni (1 tahun penjara) Marliadi Pasra. ST (1 tahun penjara).

 

*Kejari Barru: Tupu Darnawan, Kenardi, Jukiadi, Munir, Hamka (Kasus 2010-2011 tentang Dana Bantuan Langsung Masyarakat dalam pengadaan Bibit Rambutan.

 

*Kejari Luwu Utara: Abdul Muh. Asyuti, Hamnir.

 

*Kejari Selayar: Drs. Petta Paramma dan Andi Anwar ( kasus 2015-2017).

 

*Kejari Luwu Belopa: Taming (Kasus tahun 2017).

 

*Kejari Bantaeng: Abdul Hamid Awing (kasus tahun 2017).

 

*Kejari Sidrap: Kamaluddin Talli (Kasus tahun 2017). 


 

  • Lodi Aprianto

 

loading...