PP GMPI Dorong Pemerintah Cari Solusi Terbaik Soal Umrah

Yakinkan Saudi soal penanganan pandemi

PP GMPI Dorong Pemerintah Cari Solusi Terbaik Soal Umrah
Ketua Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Bidang Penguatan Ideologi, Nur Salam A.S. (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Jakarta - Ketua Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Bidang Penguatan Ideologi, Nur Salam A.S, mendorong pemerintah mencari solusi terbaik agar umat muslim Indonesia bisa segera menunaikan ibadah umrah di Arab Saudi.


"Kita terus mendorong dan tentu mendukung upaya serta langkah konkrit pemerintah sehingga jemaah umrah asal Indonesia dapat secepatnya berangkat menunaikan ibadah yang tentu sudah sangat lama dirindukan, namun terkendala selama ini karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia," ujar Nur Salam kepada KABAR.NEWS di Jakarta, Senin (11/10/2021).


Nur Salam menjelaskan, Pemerintah Arab Saudi menutup kunjungan jemaah asal Indonesia sejak Februari 2020. Akibatnya, ada 50 ribu lebih calon jemaah umrah tahun lalu yang tertunda keberangkatannya berdasarkan data Konjen RI di Jeddah.


Dia berpendapat, pemerintah harus mendahulukan pemberangkatan puluhan ribu jemaah tersebut jika Saudi telah membuka pintu untuk jemaah umrah Indonesia.


Salam juga meminta pemerintah bisa menyakinkan Arab Saudi soal penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air yang semakin menunjukkan penurunan kasus positif.


"Pemerintah Indonesia juga harus terus meyakinkan dan mengadvokasi pihak Arab Saudi soal penanganan Covid-19 di Indonesia yang semakin membaik," pinta Salam.


"Pemerintah harus memberikan gambaran, bahwa secara nasional hampir seluruh kota mengalami penurunan kasus, masyarakat juga telah mengikuti program vaksinasi kemudian sudah semakin paham soal protokol kesehatan,”ucap Nur Salam lebih lanjut.


Diketahui, Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri terus intens melakukan komunikasi dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan telah menerima nota diplomatic dari Kedubes Arab Saudi di Jakarta, soal pembukaan pelaksanaan umrah bagi jemaah asal RI. 

Menlu Retno Marsudi mengatakan, kedutaan telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan umrah bagi jemaah Indonesia. 


Komite khusus di Kerajaan Saudi Arabia sedang bekerja saat ini guna menimalkan segala hambatan yang menghalangi kemungkinan tidak dapatnya jemaah umrah Indonesia untuk melakukan ibadah umroh.


Dia mengatakan nota diplomatik itu berisi pihak Saudi dan RI terus berupaya membahas teknis masuknya jemaah umrah dari RI.  Ada pertimbangan masa karantina selama lima hari bagi jemaah umrah.


"Kedua pihak dalam taha akhir pembahasan mengenai pertukaran link teknis dengan Indonesia yang menjelaskan informasi para pengunjung berkaitan dengan vaksin dan akan memfasilitasi proses masuknya jemaah," ucap Retno dikutip dari laman Kemenlu.