Polwan Makassar Hibur Bayi Korban Penganiayaan

Bawa mainan ke rumah sakit

Polwan Makassar Hibur Bayi Korban Penganiayaan
Sejumlah Anggota Polisi dan Polwan yang menghibur GY di RS Bhayangkara Makassar. (Ist)

KABAR.NEWS, Makassar - Bayi berusia satu tahun korban penganiayaan oleh kekasih ibunya menjadi sorotan khalayak ramai. Tidak sedikit orang memberikan perhatian terhadap balita berinisial GY itu.


Simpati juga datang dari sejumlah Polisi Wanita (Polwan) Polsek Panakkukang Makassar. Mereka bersama dengan dinas P2TP2A Kota Makassar, menjenguk GY yang masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Rabu (10/2/2021).


Sejak Senin malam kemarin dirawat, balita umur 1 tahun 4 bulan kondisinya kini terlihat mulai membaik. Didampingi sang ibu Satriani (18), GY terlihat bermain dengan mainan barunya yang diberikan oleh sejumlah Polwan yang berpakaian dinas.


Personel Polwan, Aipda Marwah mengatakan, dirinya merasa prihatin melihat balita tak berdosa ini dianiaya oleh pacar ibunya. (Baca juga: Kondisi Bayi Korban Penganiayaan di Makassar: Mulut Pecah, Pipi Luka-luka)


"Saya prihatin dengan balita tersebut, karena sungguh tega pria dewasa menganiaya anak balita yang tak berdosa hingga babak belur begini, apalagi gara-gara tidak suka mendengar tangisan saja," ucapnya.


Marwah menambahkan, ia bersama tim P2TP2A Kota Makassar mendatangi RS Bhayangkara selain melihat kondisi GY, ia juga memberikan trauma healing terhadap korban.


"Kita juga memberikan hiburan ke dia, jangan sampai balita ini mengalami trauma karena itu. Kita bawakan mainan juga," kata Marwah.


Diberitakan sebelumnya, pelaku penganiaya GY akhirnya diciduk oleh Reserse Mobile (Resmob) Polsek Panakkukang di sebuah rumah Jalan Pettarani 2, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa (9/2/2021). (Baca juga: Polisi Makassar Ungkap Prostitusi Online Libatkan Anak Bawah Umur)


"Jadi pelaku ditangkap oleh tim Resmob di salah satu tempat yang diduga merupakan teman ojek online dari pelaku ini," kata Kapolsek Panakkukang, Kompol Jamal Fatur Rakhman saat ditemui di kantornya.


Menurut Jamal, pelaku yang berprofesi sebagai ojek online ini sudah kenal sejak 6 bulan terakhir dengan ibu korban inisial ST (19).  Alasan Raikhan menganiaya GY hanya sepele. Raikhan hanya risih mendengar tangisan GY yang rewel seperti bayi pada umumnya.


Penulis: Reza Rivaldy/B