Skip to main content

Polrestabes Makassar Dalami Dugaan Cabul Oknum Guru Ngaji

ilustrasi
Ilustrasi.(int)

KABAR.NEWS, MAKASSAR-  Seorang pria berumur sekitar 40 tahun di Kota Makassar, diduga melakukan aksi pencabulan terhadap seorang bocah 9 tahun. Peristiwa memiriskan itu terjadi saat pelaku inisial AN sedang  mengajar mengaji bocah tersebut di wilayah Kacamatan Biringkanaya, Kota Makassar.


Kabar dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru ngaji tersebut awalnya diposting oleh akun Erni Bahri di Facebook pada Selasa (4/8/2020) dan menjadi viral dan buat geger warganet.


"Saat menulis ini, jantung saya masih berdegup kencang setelah berupaya menenangkan nenek yang mengamuk karena 3 orang cucunya speak up. Predator yang sama mencabuli para cucu itu," ujar Erni dalam postingannya.


Sementara, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar, AKP Ismail membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru ngaji kepada muridnya yang masih di bawah umur.


"Jadi dia itu bukan disetubuhi, dia cuma dipegang-pegang kemaluannya. Salah itu bukan predator anak. Jadi ceritanya itu pada saat anak itu belajar mengaji, dia usia 9 tahun, menurut korban itu dia dipegang kemaluannya dari balik sarungnya itu anak," jelasnya saat dihubungi KABAR.NEWS, via seluler, Jumat (7/8/2020).


Kata Ismail, pihaknya kini masih mendalami terkait kabar anak yang menjadi korban AN yang lebih dari satu. Sejauh ini, kata dia, pihaknya baru menerima satu laporan korban di Polrestabes Makassar.


"Dilaporkan 30 Juli 2020, inisial pelaku (terlapor) AN, dan korbannya usia 9 tahun. Iya masih penyelidikan dan pengakuan korban itu dia dipegang dan tidak terlihat orang lain, sementara kita selidiki," ungkapnya.


Pihak kepolisian pun mengharapkan bahwa jika ada korban lainnya segara mengadukan ke Polrestabes Makassar, demi menguatkan bukti-bukti dalam proses penyelidikan.


"Seandainya memang korbannya lebih dari satu tentu kita harapkan melapor, agar semakin banyak pembuktiannya, banyak kesaksian. Karenakan ini masih satu laporan aduan," pungkasnya.


Penulis : Reza Rivaldy/B

 

Flower

 

loading...