Polres Jeneponto Lamban, Istri Korban Pembunuhan bakal Lapor ke Polda

*Istri korban kembali datangi Polres Jeneponto

Polres Jeneponto Lamban, Istri Korban Pembunuhan bakal Lapor ke Polda
Ira (40) istri korban pembunuhan bernama Yasa (45) saat mendatangi Mapolres Jeneponto, Rabu (26/1/2022). (KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Pelaku pembunuhan pria bernama Yasa (45) di Desa Samataring, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, hingga saat ini belum diketahui.


Lambannya polisi dalam mengungkap kasus ini mendorong istri almarhum Yasa yaitu Ira, kembali mendatangi kantor Polres Jeneponto untuk mencari keadilan atas kematian tidak wajar sang suami.


"Sudah hampir dua bulan, sudah ditangani sama polisi cuman tidak ada kepastian bilang siapa yang ditangkap," ujar Ira saat ditemui KABAR.NEWS di Kantor Polres Jeneponto, Rabu (26/1/2022).


Yasa ditemukan tak bernyawa dengan kondisi menggenaskan di pematang sawah pada 5 Desembr 2021. Terdapat sejumlah luka di tubuhnya diduga akibat hantaman benda tumpul.


Menurut Ira, penyelidikan kasus kematian suaminya terkesan jalan di tempat. Dia mengaku sudah berulang kali mendatangi kantor polisi, namun aparat hanya menyuruhnya untuk bersabar.


"Sudah lima kali (datang), disuruh menunggu itu yang tidak ada kepastianya," kata Ira.


Ira mengaku sudah jenuh lantaran dijanji terus oleh pihak kepolisian, terlebih lagi jarak rumah ke kantor polisi sejauh 15 kilometer. Dia berencana melaporkan kasus kematian suaminya ke Polda Sulsel jika Polres Jeneponto tak serius menangani kasu ini.


"Kalau tidak bisa diselesaikan di sini yah saya ke polda," tegas Ira.


Selain itu, juga tidak menampik jika video yang sempat beredar ke sosial media tersebut adalah suaminya. Video pembunuhan saat ini sudah ditangan polisi. "Iya di dalam video itu adalah suami saya," terangnya.


Olehnya itu, Ira meminta kepada pihak kepolisian untuk mengungkap siapa dalang di balik kematian suaminya, termasuk motif pembunuhan tersebut.


Sebelum meregang nyawa, Yasa dituding melakukan aksi pencurian sehingga perbuatannya tersebut dibalas dengan penganiayaan. Soal hal itu, Ira mengaku tidak keberatan apabila suaminya dituding sebagai pelaku pencurian.


Namun, tuduhan itu tak benar. Sebab, saat polisi mendatangi Tempat Kejadian Perkara, petugas tidak menemukan barang bukti dugaan pencurian yang dilakukan Yasa.

"Kalau memang polisi yang bunuh tidak apa-apa, kalau memang di bilang di DPO, tapi ini tidak benar," pungkasnya.


Sebelumnya, Kanit Tipidter Polres Jeneponto Aipda Syahrir menjelaskan pihaknya sudah memanggil sejumlah saksi untuk menyelidiki kematian Yasa. Namun mereka tak hadir karena alasan sibuk.


"Mereka sibuk segala macam, akhirnya kita datangi dan periksa di polsek (kelara) tapi keterangan itu pada intinya tidak mengetahui sama sekali peristiwa pembunuhan tersebut," ujar Aipda Syahrir kepada KABAR.NEWS, Kamis (6/1/2022)


Dia menyebut, satu-satunya petunjuk untuk mengungkap kasus kematian tragis Yasa yaitu memulai penyidikan rekaman video yang beredar. Pihaknya meminta meminta back up- dari Polda Sulsel dalam menganalisa video tersebut.


"Jadi untuk penyidikan dalam kasus pembunuhan itu, kita masih menunggu informasi dari Polda," ucap Riri sapaannya. Terkait waktu yang dibutuhkan kata dia, diperkirakan 1 hingga dua minggu.


Penulis: Akbar Razak/A