Polres Jeneponto Dinilai Acuhkan Kasus Pemukulan Mahasiswa

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus

Polres Jeneponto Dinilai Acuhkan Kasus Pemukulan Mahasiswa
Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jeneponto, Amrullah Serang.(ist)

KABAR.NEWS, JENEPONTO - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jeneponto kecewa dengan penegakan hukum terhadap para oknum polisi yang diduga melakukan pemukulan terhadap mahasiswa saat aksi ujukrasa tolak Undang-undang Omnibus Law, pada 6 November 2020 lalu. Sebab hingga saat ini kausnya tidak ada kejelasan.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jeneponto, Amrullah Serang mengatakan bahwa kasus tersebut sudah dilaporkan ke Propam Polres Jeneponto sejak setengah bulan lalu, namun hingga kini tak kunjung ada penanganan serius.

"Iyakan sekarang sudah hampir setengah bulan kami sudah laporkan dan sampai sekarang teman-teman juga belum ada pemanggilan sebagai saksi korban, sehingga kami menganggap bahwa memang pihak Polres Jeneponto ini tidak serius menangani kasus tersebut," tandasnya kepada Kabar.News, Kamis (19/11/2020).

Olehnya itu, Ia berharap agar pihak kepolisian lebih serius dan profesional dalam penanganan kasus, meski melibatkan oknum polisi."Kedepan kami punya harapan besar pihak kepolisian itu lebih serius dan profesional dalam penanganan kasus yang kemudian kami laporkan pada tanggal 6 November 2020, dan sampai hari ini belum ada pemanggilan," ucapnya.

Serang menegaskan, kalaupun misalkan pihak kepolisian itu tidak serius dalam menangani kasus, pihaknya akan melakukan konsolidasi bersama dengan beberapa lembang untuk membahas tentang tindak lanjut dari kasus tersebut.

"Apakah kemudian kita akan kembali ke Polda Sulsel ataukah dengan melakukan aksi unjukrasa yang itu kemudian menuntut kembali pihak kepolisian untuk tetap melanjutkan, tetap tegas, profesional dalam penanganan kasus sekalipun kasus ini adalah persoalan internal daripada pihak kepolisian," jelasnya.

Dia juga menduga, bahwa ada upaya untuk melindungi oknum polisi yang diduga telah melakukan tindak kekerasan terhadap beberapa mahasiswa, hingga ada yang terpaksa dirawat di rumah sakit.

"Dengan kondisi hari ini tentu bahwa saya selaku ketua HMI cabang Jeneponto kembali mengatakan bahwa kepolisian ini memang tidak serius. Jadi saya menduganya memang bahwa ada upaya untuk melindungi sesama pihak oknum polisi dalam penanganan kasus tersebut," tukasnya.

Ditanya mengenai pernyataan pihak kepolisian yang mengaku kesulitan untuk mengungkap kasus itu, Amrullah serang mengatakan, hal itu tidak sulit jika didasari dengan keseriusan.

"Saya kira persoalan sulitnya atau tidak itu adalah hal yang kemudian sifatnya tidak terlalu sulit menurut saya kalo memang polisi serius. Karena kami sudah mengirimkan beberapa bukti baik itu visual maupun audio visual. Sehingga polisi ini saya anggap kalo memang serius ini tidak begitu sulit dan menemukan identitas dari pelaku," tandasnya.

Kata dia, ketika memang pihak kepolisian itu merasa kesulitan, semestinya polisi kembali memanggil para korban untuk menguatkan bukti-bukti."Kalaupun misalkan pihak kepolisian selama ini merasa kesulitan. Pertayaanya, kenapa kemudian pihak kepolisian tidak memanggil korban atau pelapor untuk kemudian diambil kembali keteranganya. Dalam rangka untuk kemudian penguatan untuk daripada bukti-bukti tersebut," imbuhnya.

Hingga saat ini, pihaknya mengaku belum sama sekali mendapat panggilan dari pihak kepolisian."Sampai sekarang saya selaku saksi saat melapor itu belum ada informasi terkait laporan yang dilaporkan pada hari itu," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/B

Ketgam: Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jeneponto, Amrullah Serang.