Polres Jeneponto Didesak Tahan Kepsek Diduga Cabul Demi Cegah Konflik

Desakan dari HPMT Jeneponto

Polres Jeneponto Didesak Tahan Kepsek Diduga Cabul Demi Cegah Konflik
Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT) Jeneponto, Edy Subarga, saat bertandang di Polres Jeneponto. (Foto: Istimewa/HO)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan, didesak untuk menahan Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 1 Jeneponto inisial KR, yang berstatus tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak atau siswinya sendiri. Desakan itu datang Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT).


Permintaan HPMT Jeneponto disampaikan langsung Ketua Umumnya, Edy Subarga, pada Senin (17/5/2021), saat menyambangi Polres Jeneponto untuk mempertanyakan perkembangan kasus ini.


"Kami hadir kembali di Polres Jeneponto itu kembali mempertanyakan terkait kasus asusila yang dilakukan oleh kepala sekolah SMK," ujar Edy dalam keterangan tertulis, Selasa (18/5/2021). (Baca juga: Polres Jeneponto Limpahkan Berkas Kasus Kepala SMKN 1 ke Kejari)


Ia menyebutkan, pihaknya bersama dengan keluarga korban meminta polisi untuk segera menahan pelaku. Hal itu untuk menghindari terjadinya konflik antara keluarga korban dan pelaku.


"Kami bersama dengan korban meminta kepada kepolisian untuk segera melakukan penahanan agar menghindari konflik masyarakat yang memungkinkan akar terjadi ketika pelaku belum dilakukan penahanan sampai saat ini," desak dia.


Dia menyebut, bahwa saat ini penyidik Polres Jeneponto menangguhkan penahanan Kepala SMK Negeri 1 Jeneponto pasca ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berjanji akan mengawal kasus ini.


Jika tak segera ditahan, mereka bakal menduduki Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel agar memberikan sanksi kepada oknum kepsek tersebut. (Baca juga: Polisi Sebut Kepala SMKN 1 Jeneponto Kekeh Tak Akui Lakukan Pelecehan Seksual)


"Langkah yang pertama dilakukan HPMT adalah kita akan melakukan aksi di dinas pendidikan provinsi dengan tujuan untuk mencopot kepala sekolah SMK 1 dengan kasus asusila yang telah dilakukan," tutur Edy Subarga.


Edy menegaskan HPMT mengingatkan kepolisian untuk segera memproses kasus Kepala SMK Negeri 1 Jeneponto demi menghindari konflik. Dia berpendapat kasus ini telah menjadi "siri" bagi keluarga korban dan masyarakat Butta Turatea secara umum.


"Untuk menghindari hal-hal seperti itu mungkin bisa dilakukan penahanan secepatnya karena kasusnya sudah tersangka," bebernya.


Sementara itu, Kanit PPA Polres Jeneponto Ipda Uji Mughni membenarkan kedatangan HPMT untuk mempertanyakan kasus asusila yang diduga dilakukan Kepala SMK Negeri 1 Jeneponto.


"Dia mempertanyakan sejauh mana perkebangan perkaranya," sebutnya, kepada wartawan, Senin kemarin. Ia juga membenarkan bahwa HPMT mendesak agar oknum kepala sekolah segera ditahan dengan alasan ini adalah kasus siri'.


Sekadar diketahui, kasus dugaan asusila tersebut sudah bergulir selama tiga bulan di Polres Jeneponto namun tersangka Kepala SMK Negeri 1 Jeneponto masih berkeliaran. Polisi telah melimpahkan berkas perkara tahap 1 ke Kejaksaan Negeri Jeneponto terkait kasus ini.


Penulis: Akbar Razak/B