Polres Bantaeng Tangkap Satu Polisi, Diduga Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Satres Narkoba Polres Bantaeng menangkap 3 orang dalam penyalahgunaan narkoba.

Polres Bantaeng Tangkap Satu Polisi, Diduga Terlibat Penyalahgunaan Narkoba
Ilustrasi. (Foto: Internet)






KABAR.NEWS, Bantaeng - Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort Bantaeng menangkap tiga orang kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Dari tiga orang ditangkap, satu orang merupakan anggota polisi. 

Paur Hubungan Masyarakat Polres Bantaeng, Aiptu Syamsuddin Latif membenarkan adanya anggota polisi berinisial A diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Syamsuddin mengaku H (36) ditangkap bersama rekannya berinisial A (33) di Jalan Tinumbu, Kelurahan Letta, Kecamatan Bantaeng, Bantaeng. 


"Pada saat itu tim menemukan H bersama A di dalam kamar sambil tidur-tidur (baring- baring)," ujarnya melalui keterangan tertulisnya kepada KABAR.NEWS, Kamis (6/5/2021). 


Syamsuddin menjelaskan penangkapan terhadap tiga orang tersebut dipimpin langsung Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bantaeng, AKP, Amin Juraid. Syamsuddin merinci penangkapan terhadap H berawal dari penangkapan R (20). 


"Saat itu anggota menerima mendapat laporan adanya kegiatan penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Bonto Atu, Bissapu. Dari situ kami menangkap R," kata dia, 


Saat dilakukan penggeledahan ditemukan satu paket sabu. Saat dilakukan pemeriksaan R mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari pria berinisial H. Berbekal pengakuan R, polisi langsung bergerak ke kamar H di Jalan Tinumbu, Kelurahan Letta, Kecamatan Bantaeng. Dari hasil pengeledahan di kamar H, ditemukan sejumlah barang bukti.


"3 lembar saset bekas sabu, 5 biji korek gas, 2 potongan pireks kaca, 3 batang sendok sabu dari pipet air mineral, 3 batang pipet bentuk L sambungan botol bong, 1 batang pipet biasa dan uang tunai Rp410.000 ribu," terangnya.


Lanjutnya, terkait keberadaan A yang merupakan anggota polisi, saat ini sudah ditangani provost Polres Bantaeng. Dari hasil interogasi penyidik yang dituangkan dalam BAP oleh H menyampaikan bahwa A datang ke rumahnya sesaat setelah R datang membeli. 


"Terhadap A, H mengaku tidak sedang menggunakan narkoba saat mereka ditangkap dan mengaku tidak pernah menggunakan narkoba bersama-sama, karena menghargai selaku anggota Polri. Namun mereka saling mengenal sejak 2020," Lanjut Syamsuddin Latif.


Kendati demikian, dari hasil pemeriksaan urine secara laboratoris pada labfor Makassar, diketahui urine A positif mengandung methamfetamina narkotika golongan 1 .


"Untuk R dan H dijerat pasal 112 Undang-Undang no.35 tahun 2009 tentang narkotika, sementara untuk A yang merupakan anggota polisi akan diproses sidang disiplin dan kode etik terlebih dahulu," ungkap Syamsuddin Latif.


Dia juga meneruskan pernyataan Kapolres Bantaeng yang mengatakan tidak ada tempat bagi anggota yang menggunakan narkoba dan akan menindak tegas setiap anggota yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Penulis: Akbar Razak/B