Polisi Tolak Rencana Apdesi Jeneponto Ajukan Penangguhan Penahanan Kades

*Kades diduga pakai ijazah palsu

Polisi Tolak Rencana Apdesi Jeneponto Ajukan Penangguhan Penahanan Kades
Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Jeneponto. (KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Polres Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menolak pengajuan penangguhan penahanan kepala Desa Pappaluang, Kecamatan Bangkala Barat, inisial MS selaku tersangka dugaan pemalsuan ijazah.


Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Jeneponto Ipda Uji Mughni mengatakan, penangguhan penahanan yang bakal diajukan oleh Aparat Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) merupakan kewenangan dari penyidik.


"Jadi kalau terkait Apdesi, kami belum terima secara langsung, tetapi secara teknis Apdesi tidak punya kewenangan dalam hal perkara atau penangguhan terhadap tersangka," ujar Uji Mughni kepada KABAR.NEWS di Polres Jeneponto, Selasa (4/1/2022).


Uji menjelaskan penangguhan penahanan dapat diberikan jika kuasa atau penasihat hukum dari tersangka yang mengajukan dan hal itu dinilai sah-sah saja.


"Yang bisa penasihat hukum-nya sama yang bersangkutan atau keluarga inti-nya tersangka karena dia (Apdesi, red) bukan antar pihak," jelasnya.


"Sokongan dalam hal bentuk memberikan pendampingan mengutus pengacaranya yah sah-sah saja. Selama dua kuasa dari tersangka sendiri," tambahnya.


Uji menambahkan, tersangka akan ditahan di sel Polres Jeneponto hingga 20 hari ke depan terhitung sejak Jumat (31/12/2021). "Sesuai kewenangan penyidik melakukan penahanan selama 20 hari," pungkas eks Kanit PPA Polres Jeneponto itu.


Sebelumnya, Ketua Apdesi Jeneponto Rajamuda Sewang mengatakan, pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan rekannya tersebut karena MS diklaim masih punya banyak pekerjan di desa yang harus diselesaikan.


"Pertimbangan kami, kalau seandainya ini masih ada kegiatan-kegiatan sebelumnya yang 100 persen belum diselesaikan, maka untuk itu kami minta kepada aparat penegak hukum (APH) untuk menangguhkan penahanan agar segera menyelesaikan kegiatan," ujar Rajamuda Sewang kepada KABAR.NEWS, kemarin.


Penulis: Akbar Razak/B