Polisi Sebut Kepala SMKN 1 Jeneponto Kekeh Tak Akui Lakukan Pelecehan Seksual

Polres Jeneponto telah menetapkan Kepala SMKN 1 sebagai tersangka kasus pelecehan seksual.

Polisi Sebut Kepala SMKN 1 Jeneponto Kekeh Tak Akui Lakukan Pelecehan Seksual
Kanit PPA Polres Jeneponto, Ipda Uji. (Foto: KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Kepolisian Resort (Polres) Jeneponto telah menetapkan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Jeneponto, Karim sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap siswanya. Karim ditetapkan tersangka sejak 7 April 2021. 

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jeneponto, Inspektur Dua Uji membenarkan pihaknya telah menetapkan Karim sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual kepada muridnya. Penetapan tersangka tersebut, kata Uji, usai dilakukan penyelidikan dan gelar perkara. 

"Penetapan tersangka sudah. Kalau perkara naik sidik (penyidikan) sudah," ujarnya kepada KABAR.NEWS, Kamis (8/4/2021)

Uji mengungkapkan meski sudah menetapkan tersangka, Karim enggan mengakui jika dirinya melakukan tindakan pelecehan seksual kepada muridnya. Meski demikian, hal tersebut tak menghalangi pihaknya untuk menetapkan Karim sebagai tersangka. 

"Kalau intinya pelaku diam dan tidak mengakui perbuatanya. Itu adalah hak mereka. Tugas saya adalah membuktikan, kalau persoalan dia membela diri, nanti diuji di pegadilan. Sampai sekarang pelaku belum mengakuinya," kata dia.

Uji mengaku penetapan tersangka sudah sesaui karena telah mengantongi dua alat bukti. Ia akan bisa membuktikan di pengadilan nantinya. 

"Secara otomatis begitu. Ketika penyidik menaikan ke sidik itu sudah dua alat bukti, begitu juga penetapan terlapor jadi tersangka. Kami sudah yakin minimal dua alat bukti itu," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala SMKN 1 Jeneponto, Karim, dilapor ke polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap muridnya. Karim dilapor ke polisi oleh orang tua siswa pada Senin (29/3/2021). 

Penulis: Akbar Razak/B