Polisi Sebut Direncanakan, 11 Pendemo Jadi Tersangka Kerusuhan Demo Tolak Omnibus Law di UNM

Terbukti melakukan perusakan mobil dan kantor milik partai politik

Polisi Sebut Direncanakan, 11 Pendemo Jadi Tersangka Kerusuhan Demo Tolak Omnibus Law di UNM
Puluhan personel polisi yang berjaga-jaga di ruas Jalan A. P Pettarani pasca bentrok, Kamis malam. (Kabar.news/Reza)






KABAR.NEWS, Makassar - Polisi akhirnya menetapkan 11 orang sebagai tersangka dalam aksi demonstrasi penolakan UU Omnibus Law yang berujung ricuh dan perusakan sejumlah fasilitas umum di kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Jalan A.P Pettarani, Kota Makassar, Kamis malam lalu.

 

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, dari hasil introgasi pihaknya para tersangka ini memang sengaja melakukan aksi anarkis, dan sudah direncanakan.

 

"Sudah ada tersangka, ada 11 tersangka. Ceritanya ini perusuh aja, jadi memang kelompok yang merusuh aja, kegiantannya (anarkis) ini direncanakan," kata Ibrahim kepada KABAR.NEWS, via seluler. Sabtu (24/10/2020)

 

Ibrahim, menjelaskan para tersangka itu terbukti melakukan perusakan di kantor Partai Nasdem dan pembakaran 1 mobil ambulans, serta fasilitas umum lainnya.

 

"Iya terlibat semua, buktinya jelas. Memang ada beberapa mahasiswa, ada dari Stiem (Bongaya), Unhas (Universitas Hasanuddin), ada UNM," ungkapnya.

 


Ibrahim juga menyebut, para tersangka ini merupakan anggota dari aliansi 'Makar' yang sengaja berbuat anarkis saat itu. 

 

"Mereka membentuk aliansi Makar, tapi aliansinya ini tidak terdaftar Kemenkuhamnya ini tidak ada, tidak jelas," pungkasnya.

 


Sedangkan, Kasubbag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Supriyadi Idrus mengungkapkan, para tersangka kebanyakan dari elemen mahasiswa.

 

"Tersangka mahasiswa 5, pelajar 3, warga 3. Satu tersangka diserahkan ke Satnarkoba Polrestabes karena tes urinenya positif narkoba. Dijerat dengan pasal 170 ayat (1), Pasal 187 juncto pasal 55," ucapnya.

 

Sedangkan 9 orang lainnya, kata dia, sudah dipulangkan ke pihak keluarganya masing-masing. 

 

"Karena tidak terbukti melakukan pidana, tapi tidak menutup kemungkinan (tersangka) masih bertambah," pungkasnya.

 


Sebelumnya diberitakan, sebanyak 21 orang diamankan Jajaran Polrestabes Makassar, pasca kerusuhan dalam demonstrasi menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja di Jalan Ap Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kamis 22 Oktober 2020, malam.

 

Para mahasiswa yang diamankan berinisial IR (18), AM (21), AAP (18), AMT (17), MF (18), AMR (18), EP (20), MS (18), GA (18), MA (18) dan TA (21). Mereka diduga terlibat dalam pengrusakan sejumlah fasilitas kantor, hingga pembakaran ambulance milik partai politik.

 

Penulis : Reza Rivaldy/B