Polisi Periksa Panitia Pelaksana Diksar Mapala IAIN Bone

Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah meninggalnua Irsan usai mengikuti Diksar Mapala IAIN Bone.

Polisi Periksa Panitia Pelaksana Diksar Mapala IAIN Bone
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf. (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Bone - Kematian seorang mahasiswa IAIN Bone bernama Irsan usai mengikuti Pendidikan Dasar Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) berbuntut panjang. Kepolisian Resort Bone langsung melakukan penyelidikan mengungkap kematian Irsan. 

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bone, Ajun Komisaris Polisi Ardy Yusuf mengatakan, dari hasil pemeriksaan, ada sejumlah luka pada tubuh Irsan. Luka lebam tersebut, kata Ardy, berada di betis dan lutut. 

"Luka lebam dibetis dan lutut," kata Ardy kepada KABAR.NEWS saat di konfirmasi melalui sambungan seluler, Selasa (16/3/2021).

Perwira polisi berpangkat tiga balok ini menjelaskan pihaknya juga sementara memintai keterangan sejumlah panitia pelaksana diksar tersebut. Setidaknya sudah tujuh orang diperiksa sebagai saksi.

"Iya sementara pemeriksaan saksi dan panitia Diksar, 7 orang," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswa IAIN Bone bernama Irsan mengalami nasib malang. Pemuda berusia 19 tahun itu meregang nyawa usai mengikuti kegiatan di kampusnya yakni Diksar Mapala.

Mahasiswa semester dua ini sebelumnya mengikuti diksar selama delapan hari lamanya. Menurut informasi Irsan meregang nyawa pada Senin (15/3/2021), saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit (RS).

Penulis: Reza Rivaldy/B