Skip to main content

Polisi Periksa 14 Saksi Dugaan Fee 30 Persen Pemkot Makassar, Ada Anggota Dewan

Dicky Sondani kabar.news
Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Dicky Sondani. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Kasus dugaan fee 30 persen dana sosialisasi dan penyuluhan kecamatan lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang menjerat mantan Kaepala Bagian (Kabag) Keuangan, Erwin Haiyya kini memasuki babak baru. 

 

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Dicky Sondany mengatakan, penyidik dari Mabes Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap 14 saksi termasuk tersangka Erwin Haiya dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. 

 

"Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 14 saksi, penyidik bareskrim Polri akan melakukan pendalaman dan akan menggelar gelar perkara lagi apakah ke-14 orang ini selain Erwin Hayya akan ada tersangka baru lagi dari hasil gelar perkara," ujar Dicky, di Warkop Siama, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (2/7/2019).

 

Perwira tiga bunga ini menambahkan bahwa, dari 14 saksi yang telah diperiksa tersebut, penyidik nantinya akan menyimpulkan ke mana aliran dana fee sebesar 30 persen tersebut, yang di mana peruntukannya diduga tidak sesuai aturan.

 

Dicky mengungkapkan, keempat belas orang saksi yang diperiksa tersebut adalah mantan Kabid Anggaran BPKAD Pemkot Makassar HBM (inisial), mantan Kabid Litbang Bappeda IU, dan mantan Camat Biringkanaya AS.

 

Selain itu, ada nama mantan Kasubag Keuangan Kecamatan Biringkanaya MDA, mantan Kepala BPKAD Kota Makassar ES, serta mantan Camat Rappocini HH.

 

Bukan hanya itu, penyidik Mabes Polri juga telah memeriksa Kasubag Keuangan Kecamatan Rappocini, EW, Kabid Perbendaharaan BPKAD Kota Makassar ,AA, Anggota DPRD Kota Makassar ARA, staf BPKAD Kota Makassar WA, Vendor Rekanan AF, Staf Kecamatan Rappocini IW, serta mantan Camat Bontoala SB dan Kasubag Keuangan Kecamatan Bontoala SI.


Irvan Abdullah