Polisi: Kardus Islam X Berisi 103 Bohlam

Kardus bertuliskan Islam X tersebut kini sudah diamankan di Mako Brimob Polda Sulsel.

Polisi: Kardus Islam X Berisi 103 Bohlam
kardus berisi bohlam sempat mengagetkan warga Jalan Sungai Pareman Makassar. (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Makassar - Kepolisian Resort Kota Besar Makassar memastikan kardus bertuliskan Islam X di Jalan Sungai Pareman I, Makassar tidak berisi bom. Kardus tersebut hanya berisikan bohlam bekas. 

Kepala Kepolisian Resort Kota Besar Makassar, Komisaris Besar Witnu Urip Laksana membenarkan jika kardus bertuliskan Islam X tersebut berisikan bohlam. Witnu mengungkapkan setidaknya ada 103 bohlam berada di dalam kardus tersebut. 

"Hasil olah dari Gegana Brimob di lokasi, kardus berisi 103 bohlam," ujarnya, Rabu (31/3/2021). 

Witnu mengaku kini barang bukti tersebut sudah dibawa ke Mako Gegana Brimob Polda Sulsel untuk diamankan. Witnu juga memastikan lokasi di Jalan Sungai Pareman Makassar sudah aman. 

Sebelumnya diberitakan, Warga Jalan Sungai Pareman  Makassar dikejutkan dengan adanya sebuah kardus bertuliskan ISLAM X, Rabu (31/3/2021). Paket tersebut pertama kali ditemukan dilaporkan oleh warfa bernama Asri. 

Ketua RT, Rahmawati mengaku penemuan kardus bertuliskan Islam X tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga bernama Asri pada pukul 06.45 Wita. Menerima laporan dari warganya tersebut, Rahmawati langsung menghubungi Babinsa, Pelda Syafri dan Bhabinkamtibmas, Aiptu Tajuddin. 

"Warga bernama Asri melihat kardus tersebut dan melaporkan kepada saya. Karena mencurigakan saya menghubungi Pak Syafri dan Pak Tajuddin," ujarnya. 

Mendapat laporan tersebut, Bhabinkamtibmas, Aiptu Tajuddin langsung menghubungi SPKT dan tim gegana langsung mensterilkan tempat penemuan kardus tersebut. 

"Usai laporan tersebut pukul 07.15 Wita, Tim gegana merapat ke TKP dan langsung memasang police line," ujar Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resort Kota Besar Makassar, Komisaris Edhy Supriadi Idrus.

Sekadar diketahui, rasa khawatir warga Makassar masih membekas pasca teror bom bunuh diri di Greja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021). Apalagi dalam teror bom tersebut menyebabkan 20 orang mengalami luka-luka dan menewaskan dua pelaku bom bunuh diri.