Skip to main content

Polisi Dituntut Profesional Usut Kasus Tewasnya Taruna ATKP Makassar

Polisi Dituntut Profesional Tangani Kasus Tewasnya Taruna ATKP Makassar
Kampus ATKP Makassar. (KABAR.NEWS)

KABAR.NEWS, Makassar - Penyidikan kasus kematian Aldama Putra Pangkolan (19), di Polrestabes Makassar telah bergulir hampir tiga pekan lamanya. 


Baca juga: Taruna ATKP Meninggal, Orang Tua: Mana 9 Senior Lainnya, Masa Hanya Menonton?

Namun pihak penyidik Polrestabes Makassar baru menetapkan Muh Rusdi sebagai tersangka tunggal kasus penganiayaan hingga menewaskan taruna angkatan pertama Akademi Teknik Keselamatan dan Penerbangan (ATKP) Makassar.


Kasus yang menjadi sorotan masyarakat luas ini pun kian menuai teka-teki. Pasalnya, pelaku penganiayaan terhadap Aldama diduga bukan hanya dilakukan satu orang saja, melainkan ada beberapa orang. 


Hal tersebut disampaikan langsung oleh Muh Rusdi kepada orang tua Aldama, Pelda Daniel, kala dipertemukan di Mapolrestabes Makassar.


Kasus yang menjadi perhatian khusus pengacara kondang Hotman Paris Hutapea ini pun membuat pengamat hukum dan sekaligus guru besar Universitas Bosowa, Prof. Marwan Mas angkat bicara. 


Marwan Mas mengatakan, penyidik harus jeli mencari fakta atau alat bukti untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam kasus itu.


"Di sinilah dituntut profesional polisi mencari alat bukti melalui penelitian ilmiah, sebab matinya seorang taruna ATKP yang mendapat perhatian luas masyarakat yang diduga karena dianiaya oleh sejumlah taruna senior korban," ucap Prof Marwan Mas, Rabu (20/2/2019) malam.


Marwan Mas menerangkan bahwa kasus ini sebetulnya mendapat perhatian luas masyarakat lantaran meresahkan orang tua yang anaknya ikut pendidikan Taruna di ATKP Makassar. Sehingga, penyidik yang hanya menetapkan satu orang tersangka dalam kasus itu, maka akan dibuktikan dalam persidangan nantinya.


"Jika penyidik baru menetapkan satu orang tersangka, berarti baru satu orang itulah yang ada fakta hukum (alat buktinya) yang diduga sebagai pelaku," katanya.


Dalam kasus ini juga, lanjut Prof Marwan Mas, juga menjadi pertaruhan kredibilitas Kampus ATKP Makassar sehingga perlu mendapat dukungan pengelola pendidikan di ATKP. 


"Inilah yang menjadi tugas penyidik untuk mencari dan menemukan alat bukti atau fakta hukum keterlibatan dalam penganiayaan yang menyebabkan matinya orang. Sebab jika tidak ada alat bukti yang kuat, penyidik dapat digugat praperadilan," pungkasnya.

 

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Ujang Darmawan Hadi Putra menerangkan kasus ini masih bergulir dan masih dalam proses penyidikan. Dan sampai saat ini, sudah 24 orang yang dilakukan pemeriksaan.


"Masih dalam proses penyidikan dan pendalaman serta saksi sudah 24 orang di periksa. Sementara itu, tidak ada tersangka baru," singkatnya.


Sebelumnya, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menaruh perhatian khusus dalam kasus kematian Aldama ini. Menurutnya penanganan kasus ini ada hal yang ganjil karena hanya menetapkan satu orang sebagai tersangka. 


Baca juga: Didesak Hotman Paris Periksa Wadir ATKP, Polisi: Periksa Pejabat Itu Tidak Mudah

Sehingga, Hotman pun meminta kepada Polda Sulsel agar segera memeriksa pengasuh dan Wakil Direktur (Wadir) ATKP Makassar karena diduga telah membohongi keluarga atas penyebab kematian Aldama serta merupakan saksi kunci dalam kasus maut ini.


"Bapak Menteri Perhubungan, Bapak Kapolda Sulsel, agar segera disidik atau di periksa Wadir ATKP karena itu adalah saksi kunci," tegas Hotman Paris.


  • Lodi Aprianto

 

loading...