Skip to main content

Polisi Dalami Dugaan Pungli Oknum Disdik Makassar

pungli
Ilustrasi. (INT)

KABAR.NEWS, Makassar - Penyidik Polrestabes Makassar mendalami adanya dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh salah satu oknum pejabat tinggi di Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Dalam penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKAS), setiap sekolah menyetor sebesar Rp500 ribu ke oknum yang diduga berinisial AH. Saat ini, kasus tersebut sudah masuk dalam penyelidikan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polrestabes Makassar.

Kepala Satuan Reserse Kriminal, Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengatakan, dugaan kasus penyusunan RKAS sudah masuk di bagian Tipikor.

"Kita masih menyelidiki dan saat ini terlapor masih dilidik. Untuk namanya belum bisa kita sebutkan, karena kita kedepankan asas praduga tak bersalah," ujar Diari, Kamis (16/8/2018).

Sebelumnya, salah satu relawan pendidikan di Kota Makassar yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan, pihaknya telah melaporkan dugaan pungutan liar tersebut ke Tipikor Polrestabes Makassar. "Kasus yang Rp500 ribu itu sudah masuk di Tipikor dan ditangani sama Pak Supriadi," sebutnya.

Menurutnya, pungli tersebut sudah dilakukan oleh oknum di setiap sekolah tanpa adanya perintah dari dinas pendidikan. Bahkan bagian Tipikor Polrestabes sudah lebih dulu mengetahui tindakan tidak terpuji itu.

Selain dugaan pungutan Rp500 ribu per sekolah, ada dugaan pungli lain yakni, penambahan siswa melalui jalur offline Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dilakukan oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Makassar tersebut.

Tidak berhenti di situ, pungutan lain yang dilakukan Kepala Bidang Pendidikan Dasar di Disdik Makassar tersebut, diduga mewajibkan seluruh sekolah SD-SMP membeli kalender seharga Rp15.000 dan pembayaran Halal Bihalal sebesar Rp500 ribu untuk siswa SMP dan Rp150 untuk siswa SD.

  • Andi Frandi


loading...