Polisi Curiga Bom Molotov di Fly Over Makassar Milik Kelompok Anarko

Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar memeriksa sejumlah rekaman CCTV untuk mengungkap pelaku yang membawa belasan botol bom molotov, saat aksi demonstrasi UU Omnibus Law di Fly Over, pada Selasa (20/10/2020) kemarin.

Polisi Curiga Bom Molotov di Fly Over Makassar Milik Kelompok Anarko
Ilustrasi kelompok Anarko Sindikalisme. (Unsplash)

KABAR.NEWS, Makassar - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar memeriksa sejumlah rekaman CCTV untuk mengungkap pelaku yang membawa belasan botol bom molotov, saat aksi demonstrasi UU Omnibus Law di Fly Over, pada Selasa (20/10/2020) kemarin.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khaerul mengatakan, di lokasi tersebut pihaknya menemukan sedikitnya 11 botol bom molotov yang siap dilemparkan atau diledakkan. 

"Masih kita lidik, masih kita pelajari CCTV yang ada di situ, pelaku itu tinggal menunggu bakal dilempar lagi. Sebelas botol bom molotov yang ditemukan," ujar Agus saat dihubungi KABAR.NEWS, Rabu (21/10/2020).

Sejumlah bom molotov ditemukan polisi saat aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Omnibus Law dan satu tahun pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Fly Over Kota Makassar, Selasa (20/10/2020 (KABAR.NEWS/Darsil Yahya)

Dari hasil lidik sementara, Agus mencurigai sebelas bom molotov yang ditemukan itu dibawa oleh kelompok Anarko. Indikasinya, mereka memakai baju hitam-hitam yang identik dengan kelompok ini.


"Kita curigai kelompok yang pakai hitam-hitam itu kemarin yang bawa," beber Agus.

Sebelumn menemukan 11 bom molotov, polisi melihat gerak-gerik oknum mencurigakan di tengah massa aksi unjuk rasa. Saat didekati oknum tersebut  langsung melarikan diri.


"Anggota kita di lapangan begitu melihat kerumunan orang yang dicurigai kemudian mendekati setelah didekati ternyata mereka kabur kemudian ditemukan tempat air mineral yang isinya adalah bom molotov ditutup dengan air gelas di atasnya," kata Agus, kemarin.


Agus menduga, ada oknum yang mencoba memprovokasi aksi tersebut. Dia juga mensinyalir ada pihak-pihak tertentu yang ingin mensusupi massa demonstran.


"Pelaku kabur tidak sempat diamankan di kerumunan tadi. Kemungkinanya seperti itu (Disusupi) tapi kita lihat situasi tadi aman-aman saja," ucapnya. 


"Mulai dari siang sampai sore situasi unjuk rasa teman-teman mahasiswa berjalan damai," sambungnya. 


Dia juga mencurigai, aksi unjuk rasa penolakan Undang-undang Omnibus Law sekaligus memperingati satu tahun kepemimpinan Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini pun diduga telah disusupi.

Penulis: Reza Rivaldy/B