Polisi Amerika Serikat Ungkap Identitas Pelaku Penembakan di Colorado

Pelaku masih menjalani perawatan usai baku tembak dengan polisi boulder.

Polisi Amerika Serikat Ungkap Identitas Pelaku Penembakan di Colorado
Pelaku penembakan di supermaket di Colorado, Amerika Serikat ditangkap polisi. (Foto: Capture YouTube)






KABAR.NEWS - Kepolisian Boulder Colorado, Amerika Serikat akhirnya membuka identitas pelaku penembakan brutal di sebuah supermarket. Identitas pelaku penembakan brutal bernama Ahmad Alissa (21). 

Kepala Polisi Boulder, Maris Herold membenarkan identitas pelaku penembakan brutal adalah Ahmad Alissa. Tersangka kini menjalani perawatan di rumah sakit dalam kondisi stabil setelah sebelumnya terlibat baku tembak dengan petugas pada Senin (22/3/2021).

"Dia didakwa dengan 10 dakwaan pembunuhan tingkat pertama dan akan segera dibawa ke penjara daerah Boulder," katanya.

Polisi juga membacakan satu per satu nama dari 10 orang tewas dalam serangan di Colorado itu. Mereka yaitu pria dan wanita berusia dari 20 hingga 65 tahun termasuk petugas kepolisian dan ayah dari tujuh anak. 

Terkait motif penembakan, polisi masih belum mengungka. Petugas penjara Boulder menyebut tersangka cukup sehat untuk dibawa ke penjara. Media AS melaporkan senjata yang digunakan mirip senjata militer AR-15. Alissa disebut merupakan pendudukan di pinggiran kota Denver, kota yang terletak di sebelah Boulder.

"Menjalani sebagian besar hidupnya di Amerika Serikat," kata polisi.

Menurut media AS, mengutip akun Facebook terhapus tidak diverifikasi atas namanya, Alissa lahir di Suriah pada 1999 dan pindah ke Amerika Serikat pada 2002.

Pengguna akun tersebut menggambarkan dirinya sebagai penggemar seni bela diri dan gulat, bersama dengan postingan tentang Islam, kritik terhadap mantan presiden Donald Trump, dan beberapa pesan homofobia.

Kepada majalah online The Daily Beast, kakak Alissa, Ali, mengatakan dirinya sangat bersimpati terhadap para korban. Ali menggambarkan saudaranya sebagai paranoid' dan anti-sosial.

"Saat dia makan siang dengan saudara perempuan saya di sebuah restoran, dia berkata, Orang-orang di tempat parkir, mereka mencari saya. Dia keluar, dan tidak ada siapa-siapa. Kami tidak tahu apa yang ada di kepalanya," kata Ali.

Sementara itu, Jaksa Wilayah Boulder Michael Dougherty bersumpah bahwa nama pembunuh akan hidup dalam penghujatan.

"Kami akan pastikan tersangka dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya kemarin," katanya.