Skip to main content

Polda Usut Dugaan Penganiayaan dan Salah Tangkap di Jeneponto

Polda Usut Dugaan Salah Tangkap dan Penganiayaan di Jeneponto
Ilustrasi Polri. (Internet)

KABAR.NEWS, Makassar - Kasus dugaan salah tangkap serta dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Tim Pegasus Polres Jeneponto, bakal diselidiki Propam Polda Sulawesi Selatan.


"Ok kami lidik. Tapi silahkan juga koordinasikan dengan Kabid Humas, kita akan lidik tertutup dulu," ujar Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Agoeng Adi kepada KABAR.NEWS via seluler, Senin (30/3/2020).


Baca juga: Polres Jeneponto Diduga Salah Tangkap, Korban Dipukul Dipaksa Mengaku


Tim Pegasus Polres Jeneponto diduga kuat melakukan aniaya dan salah tangkap terhadap Warga Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, bernama Irfan pada Kamis (26/3/2020) malam.


Irfan kepada KABAR.NEWS mengaku dianiaya di dalam mobil dengan cara dipukul beberapa kali karena dipaksa personil Tim Pegasus untuk mengaku sebagai pelaku tindak pidana pencurian.


Sementara Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengungkapan bahwa pihaknya segera menindak kelakuan tidak manusiawi bawahan Kapolres Jeneponto, AKBP Ferdiansyah.

 

"Dicek dulu, saya tunggu hasil cek dari kapolresnya," kata Ibrahim Tompo.


Akibat penganiayaan yang dilakukan Tim Pegasus Polres Jeneponto terhadap terduga pelaku Irfan, pria tersebut mengalami memar di bagian bibir hingga mengalami trauma psikologis.


Pasca beredarnya pemberitaan dugaan salah tangkap dan penganiayaan oleh Tim Pegasus Polres Jeneponto, Irfan lantas mendapat tekanan agar pemberitaan tersebut dicabut.


Penulis : Reza Rivaldy/B

 

Flower

 

loading...