Polda Sulsel Kerahkan 4.327 Personel dan 42 Titik Pos Penyekatan

Polda Sulsel akan melakukan operasi ketupat dengan menjaga seluruh perbatasan antar daerah.

Polda Sulsel Kerahkan 4.327 Personel dan 42 Titik Pos Penyekatan
Apel pasukan Operasi Ketupat di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu (5/5/2021). (Foto: KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Makassar - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan tidak ingin kecolongan program larangan mudik yang diterapkan pemerintah pusat dengan menggelar Operasi Ketupat. Untuk mendukung program larangan mudik tersebut, Polda Sulsel mengerahkan 4.327 personel dan 42 pos penyekatan. 


Kepala Kepolisian Daerah Sulsel, Inspektur Jenderal Merdisyam memastikan Operasi Ketupat tahun ini akan lebih ketat, karena adanya program larangan mudik oleh pemerintah. Ribuan personel, kata Merdisyam, akan bertugas mencegat warga pulang kampung atau mudik.


"Operasi ini melibatkan Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, Damkar, dan Dinas Kesehatan. Kami kerahkan 4.327 personel dan akan dibantu personel TNI dan Pemda," ujarnya usai apel pasukan Operasi Ketupat di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu (5/5/2021). 


Tak hanya mengerahkan ribuan personel, Polda Sulsel juga membangun puluhan pos penyekatan serta pos pengamanan. Merdisyam merinci terdapat 42 pos penyekatan, 48 pos pengamanan, dan 27 pos pemantauan. 


"Pos penyekatan ini ditempatkan di setiap batas kota wilayah Sulsel. Pos ini bertugas sebagai tempat untuk mencegat masyarakat yang nekat pulang kampung atau mudik," tuturnya. 


Untuk wilayah Aglomerasi, Merdisyam menjelaskan ada kebijakan tersendiri seperti untuk 4 daerah yakni Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar. Empat kota ini diberikan kebijakan oleh pemerintah, karena arus perpindahannya tiap hari. 


"Ini merupakan satu bagian sehingga tidak ada pembatasan. Selain keempat daerah itu, kita lakukan pembatasan. Pemudik kita pulangkan lagi,” tuturnya.


Menurut Merdisyam, meski diberlakukan pembatasan, tetapi beberapa warga masih diperbolehkan melintas. Warga dimaksud ini ialah orang yang tengah melakukan perjalanan dinas, masyarakat yang ingin berobat dan yang mendesak lainnya.

Penulis: Darsil Yahya/B