Skip to main content

Polda Sulsel Gagalkan Penyelundupan 6 Kg Sabu Asal Cina

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani bersama Dir Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Hermawan dan Kapolres Parepare, AKBP Pria Budi saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Selasa (16/10/2018).


KABAR.NEWS, Makassar - Direktorat Narkoba Polda Sulawesi selatan (Sulsel) bersama jajarannya berhasil menggagalkan peredaran narkoba di Sulsel. Dalam pengungkapan tersebut, Sat Narkoba Polres Parepare berhasil mengamankan enam kilogram narkoba.


Selain mengamankan 6 Kg sabu-sabu, polisi juga berhasil meringkus empat tersangka masing-masing, berinisial HF (32) warga Kota Parepare, FS (33) warga Nunukan, Kalimantan Utara, TP (48) warga Kabupaten Sidrap dan TH (45) warga Kabupaten Sidrap.


Baca Juga: 


Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, pengungkapan kasus ini berhasil dilakukan oleh Satuan Narkoba Polres Parepare di Pelabuhan Nusantara, Kota Parepare, pada Jumat, 5 Oktober 2018 lalu.


"Saat melakukan pemeriksaan terhadap penumpang KM Thalia yang tiba dari Nunukan di Pelabuhan Nusantara Parepare, anggota mencurigai dua orang. Sehingga saat dilakukan pemeriksaan ditemukan enam sachet besar sabu diduga mempunyai berat 6Kg," kata Dicky Sondani saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Selasa (16/10/2018).


Dia menjelaskan, pada saat kedua pelaku berhasil diamankan di Pelabuhan Nusantara Parepare, polisi kembali bergerak cepat melakukan pengembangan dan hasilnya berhasil meringkus dua pelaku lainnya yaitu TP dan TH di Kabupaten Sidrap.


"TP berperan sebagai pelaku yang memerintahkan kedua tersangka yang sebelumnya diamankan untuk mengambil sabu-sabu di Tawau lalu dibawa ke Parepare. Sementara TH selaku pemodal dalam bisnis haram tersebut," terangnya.


Terpisah, Dir Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Hermawan membeberkan bahwa sabu-sabu tersebut berasal dari negara China dan kemudian dibawa ke perbatasan Indonesia-Malaysia (Tawau) dan di kirim ke Parepare untuk rencananya di edarkan di Sulawesi Selatan.


"Para tersangka merupakan jaringan Internasional. Dan atas perbuatannya mereka diancam hukuman penjara seumur hidup," tugasnya.

  • Lodi Aprianto


loading...