Skip to main content

Polda Siap Periksa Bupati Selayar, Basli Ali 'No Comment'

KM Lestari Maju
Bupati Selayar Muh Basli Ali. (IST)

KABAR.NEWS, Makassar - Bupati Selayar Muh Basli Ali memilih no comment atau enggan berkomentar menyusul Polda Sulsel akan memeriksa dirinya. Pemeriksaan terkait seputar rekomendasi beroperasinya KM Lestari Maju di perairan Selayar.

Dimana rekemndasi tersebut, Bupati Basli Ali dianggap paling bertanggungjawab karena menyetujui rekomendasi perihal kelayakan beroperasinya KM Lestari Maju.

Basli Ali hanya menegaskan tidak tahu menahu seputar rekomendasi perihal kelayakan KM Lestari Maju melakukan operasi di perairan Selayar.

"Soal rekomendasi itu saya tidak tahu lebih jelas, saya lupa apalagi kejadiannya sudah lama,"ujar Bupati Selayar Muhb Basli saat dihubungi KABAR.NEWS.

BACA JUGA:

 


Sejauh ini, polisi menetapkan tiga orang tersangka karena bertanggungjawab terhadap proses jalannya kapal. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan penyidik mempercepat pemberkasannya dan kemudian akan diserahkan ke kejaksaan dan Kejaksaan juga kalau bisa secepatnya P-19 dan P-21.

"Apabila nanti ada petunjuk dari kejaksaan bahwa ada beberapa orang yang harus diperiksa dan ditetapkan juga sebagai tersangka, maka kita akan lakukan itu. Kemungkinan untuk Bupati juga akan dipanggil," jelas Dicky Sondani kepada KABAR.NEWS, Selasa (7/8/2018).

Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi mempertanyakan bagaimana sebenarnya proses penerbitan izin beroperasi KM Lestari Maju.

Apalagi kata Kadir, ada surat rekomendasi persetujuan Bupati Selayar yang terbit tanggal 3 November 2016 perihal persetujuan pengoperasian KM Lestari Maju sebagai angkutan penyeberangan lintasan Pamatata, Kabupaten Selayar- Bira, Kabupaten Bulukumba yang dijadikan dasar pegangan oleh pemilik KM Lestari Maju.

Diketahui, KM Lestari Maju tenggelam di perairan Selayar, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kapal tujuan Pamatata itu mengalami bocor di bagian lambungnya, pada Rabu (4/7/2018). 

Dimana kapal yang dinakhodai Agus Susanto, membawa 139 penumpang. Nakhoda mengandaskan kapal sekitar 300 meter dari Pantai Pa'badilang. Saat kejadian, cuaca di lokasi perairan sedang tidak bersahabat.

 

loading...