Plt Gubernur Sulsel Warning Pengelola Mal dan Toko Patuhi Prokes

Plt Gubernur Sulsel geram pengelola mal dan pusat perbelanjaan lalai menerapkan prokes.

Plt Gubernur Sulsel Warning Pengelola Mal dan Toko Patuhi Prokes
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat sidak prokes di Mal Panakkukang, Makassar. (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Makassar - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengingatkan kepada penglola mal dan pusat perbelanjaan untuk memperhatikan protokol kesehatan. Hal tersebut mengingat pasca viralnya mal dan pusat perbelanjaan di Makassar dipenuhi pengunjung dan tidak memperhatikan protokol kesehatan.

Dari beberapa video dan foto yang beredar di media sosial, tampak antusiasme dan kerumunan masyarakat berbelanja jelang lebaran. Padahal, saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Menanggapi kejadian itu, Andi Sudirman Sulaiman, menyesalkan kejadian itu. Menurutnya, pengelola ataupun penanggungjawab mall ataupun toko harus memperhatikan kapasitas pengunjung.

“Saat ini masih pandemi, jadi harusnya pihak pengelola mal ataupun toko bisa membatasi pengunjung yang masuk dengan maksimal kapasitas 50 persen pengunjung, mengatur jarak pengunjung, memakai masker, serta ada pengukuran suhu tubuh,” ujar Senin (3/5/2021).

Dirinya pun telah menginstruksikan tim gabungan yang terdiri dari aparat TNI, Polri dan Satpol PP, untuk turun melihat dan memantau langsung titik-titik yang bisa berdampak keramaian.

“Kita kerahkan petugas pengamanan ke lokasi, serta telah koordinasi dengan Pak Kapolda untuk pengaturan arus kendaraan pengunjung sistem buka tutup ke pusat keramaian, demi menjaga pengunjung maksimal 50 persen,” terangnya.

“Jadi kendaraan pengunjung akan kita alihkan sesuai kontrol tetap 50 persen di pusat keramaian, juga akan kita jaga pintu masuk mall, pasar dan pusat keramaian lainnya dengan sistem buka tutup arus pengunjung dan parkiran,” sambungnya.

Nantinya, jika ditemukan adanya pusat perbelanjaan yang mengabaikan protokol kesehatan, kata dia, akan diberikan sanksi tegas kepada pemiliknya.