Skip to main content

PLN Genjot Pembangunan Pembangkit EBT di Sulsel

PLN Genjot Pembangunan Pembangkit EBT di Sulsel
Turbin di PLTB Tolo, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. (KABAR.NEWS/Andi Frandi)

KABAR.NEWS, Jeneponto - PT PLN (Persero) terus menggenjot pembangunan pembangkit Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Untuk di Sulawesi Selatan (Sulsel), dua Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) telah dirampungkan, yakni PLTB Sidrap dan PLTB Jeneponto.

 

Setelah merampungkan PLTB Sidrap yang barusaja diresmikan beberapa bulan lalu oleh Presiden RI, Joko Widodo, kini PLN berfokus dalam mengembangkan PLTB Tolo Jeneponto.


Baca juga: Dirjen ESDM Wacanakan PLTB Tolo I Diresmikan Jokowi

PLTB Tolo merupakan bagian dari Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit 35.000 MW, sekaligus juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk dapat mencapai target bauran energi nasional 23 persen dari EBT pada 2025.

 

Dengan nilai investasi sebesar 160.7 juta USD, pembangunan PLTB Tolo menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 390 orang. Sebagai pembangkit tenaga bayu terbesar kedua di Indonesia setelah PLTB Sidrap.


PLTB Tolo memiliki kadar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 42 persen, memiliki 20 wind turbine, dengan tinggi tower 133 meter (m) dan panjang bilah atau baling-baling mencapai 64 m, masing-masing turbin mampu mengalirkan listrik sebesar 3,6 Megawatt (MW) dengan Capacity Factor (CF) kumulatif sebesar 30 persen lebih. Adapun total kWh produksi yang telah dihasilkan PLTB Tolo sejak Desember 2018 hingga Agustus 2019  sebesar 142.86 MWh.

 


"PLTB ini merupakan pembangkit EBT kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) dan merupakan salah satu dari proyek 35.000 MW, diharapkan kedepannya ada lagi green energy serta smart grid energy di Sulawesi Selatan," ujar Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian ESDM, Rida Mulyana saat datang berkunjung di PLTB Tolo Jeneponto, Jumat (6/9/2019).


Pembangkit yang berlokasi di Kampung Lengke-lengkese, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulsel ini merupakan pembangkit EBT yang masuk ke dalam sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

 

Dengan total daya mampu sistem Sulbagsel mencapai 1499 MW, sistem ini memiliki beban puncak sebesar 1165 MW, sehingga memiliki reserve margin atau cadangan daya sebesar 334 MW. Adapun PLTB Tolo ini menambah porsi bauran energi pembangkit EBT di sistem Sulbagsel menjadi sebesar 29-30 persen (PLTB sebesar 7% dan PLTA sebesar 22 persen).


Baca juga: Hari Pelanggan Nasional, Ini Kejutan Telkomsel Untuk Pelanggannya

Adapun untuk sistem Sulawesi, bauran penggunaan EBT telah mencapai 32,94 %, PLTB sebesar 4,15%, PLTA sebesar 21,12 %, dan PLTP sebesar 7,66 persen.


PLN berkomitmen untuk mencapai target 23 persen pemanfaatan EBT di 2025, hingga saat ini kapasitas pembangkit EBT nasional yang terpasang sebesar 7.292 MW atau setara dengan 12,36 persen dari seluruh bauran energi pembangkit.

 

PLTB Tolo Jeneponto rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat ini.


  • Andi Frandi/B

 

 

loading...