PKS-PDIP Sulsel Bertemu Bahas Pendamping Andi Sudirman & Pilgub 2024

Dihadiri elite kedua partai

PKS-PDIP Sulsel Bertemu Bahas Pendamping Andi Sudirman & Pilgub 2024
Ketua DPW PKS Sulsel Amri Arsyid (ketiga kanan) menerima cinderamata dari Ketua PDIP Sulsel Andi Ridwan Wittiri usai silaturahmi kedua partai di Makassar, Selasa (27/4/2021). (Foto: Istimewa)

KABAR.NEWS, Makassar - Pengurus DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan kunjungan silaturahmi ke Sekretariat DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel, Jalan Bawakaraeng Kota Makassar, Selasa 27 April 2021.


Hadir pada pertemuan tersebut, Ketua DPW PKS Sulsel Amri Arsyid beserta sejumlah pengurusnya antara lain, Sri Rahmi, Ismail, Aryadi Arsal dan pengurus lainnya. Kedatangan pengurus PKS disambut oleh Ketua PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri Sekretaris Rudy Pieter Goni dan sejumlah elit pengurus partai banteng Sulsel.

Pertemuan ini tak luput dari pembahasan politik. Salah satunya tentang siapa yang akan mendampingi Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel jika sekiranya Nurdin Abdullah divonis hakim bersalah dalam kasusnya. (Baca juga: 39 Peserta MTQ PDIP Sulsel Bisa Disaksikan Lewat YouTube)


Amri Arsyid mengatakan, kunjungan ini untuk mempererat silaturahmi, apalagi sejak pergantian pengurus di internal PKS belum pernah membangun silaturahmi dengan partai politik.


Selain itu, ia mengungkapkan, PKS dan PDIP di Sulsel memiliki kedekatan dan koalisi di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 lalu.


“Kedatangan kami ke PDIP, selain membangun komunikasi, kita juga membicarakan persiapan-persiapan kembali bersama di Pilgub 2024,” kata Amri dalam keterangan tertulis yang diterima KABAR.NEWS.


“Untuk menyambungkan komunikasi kita jangan sampai saling menunggu, jadi PKS berinisiatif untuk duluan ketemu supaya agak nyambung komunikasinya,” harapnya.


Senada, Sekretaris MPW PKS Sulsel, Sri Rahmi menambahkan, kedatangan elit PKS ke PDIP membahas calon pendamping Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Pasalnya, PKS dan PDIP Sulsel merupakan partai koalisi pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman pada Pilgub 2018 lalu.


“Kami komunikasi bagaimana ke depannya terkait koalisi ini. Pasca pak NA (Nurdin Abdullah) ditahan oleh KPK,” ucapnya. (Baca juga: Direktur IPI: Pembahasan Wagub Sulsel Terlalu Dini)


Sementara itu, Ketua DPD PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri menyambut baik ajakan PKS untuk kembali berkoalisi.


“Selama ini PDIP dan PKS di Sulsel selalu dibenturkan, kalau dibenturkan salah satu jadi abu salah satunya lagi jadi arang. Tapi kalau kita berbarengan, selesai ini barang,” katanya.