Pilpres 2024: Paket Jawa-Sulawesi Tepat, Amran Dinilai Figur Representatif

- Berkaca pada Pilpres 2004

Pilpres 2024: Paket Jawa-Sulawesi Tepat, Amran Dinilai Figur Representatif
Ilustrasi Pilpres 2024. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar – Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang merepresentasikan Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi dianggap sebagai paket yang paling ideal pada Pilpres 2024 nantim


Pasalnya, paket Jawa-Sulawesi dinilai merepresentasikan kawasan barat dan timur Indonesia sehingga semua rakyat merasa terwakili. Paket seperti ini sudah terbukti selalu memenangkan Pilpres sejak pemilihan langsung dilaksanakan tahun 2004 silam.


“Periode pertama SBY dan Jokowi susah jika tidak menggandeng tokoh representasi kawasan timur, yakni orang Sulsel, Pak Jusuf Kalla. Tapi di periode kedua (sebagai petahana, red) itu mudah menang meski pasangan Jawa-Jawa,” kata pakar administrasi publik dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr. Abdi dalam rilis yang diterima KABAR.NEWS, Selasa (19/1/2021).


Pernyataan itu diungkapkan Abdi saat menjadi narasumber dalam diskusi blended daring-luring yang digelar Komunitas Wartawan Politik Sulawesi Selatan dengan tema “Memotret Indonesia dari Timur” di Warkop 115, Toddopuli, Kota Makassar, Senin (18/1/2021).


Maka dari ity, menurut dosen Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial Unismuh Makassar ini, suksesi Pilpres 2024 yang akan datang perlu dipersiapkan figur dari kawasan timur Indonesia. Dan, Mantan Menteri Pertanian RI periode 2014-2019, Andi Amran Sulaiman adalah salah satu tokoh timur yang paling tepat.
  

“Karena itu episentrum politik Indonesia harus mulai kita gerakkan dari Makassar,” katanya.


Direktur Eksekutif PT. Indeks Politica Indonesia, Suwadi Idris Amir yang juga hadir dalam diskusi tersebut menyatakan paket Pulau Jawa-Sulawesi secara analisis geopolitik memiliki kans yang lebih besar dibanding simulasi paket lainnya.

 
“Indonesia Timur memiliki kantong 16 persen suara pemilih. Dan Sulawesi Selatan masuk urutan kedelapan DPT terbesar di Indonesia. Karenanya SDM yang mewakili Sulsel di kancah nasional selalu mewarnai pemerintahan di tingkat nasional sejak Indonesia merdeka,” ulasnya.


Menurut peneliti senior ini, paket SBY-JK dan Jokowi-JK adalah bukti nyata potensi kemenangan simulasi paket Jawa-Sulawesi dalam pertarungan Pilpres.


“Saya melihat bahwa calon-calon presiden dari Pulau Jawa akan kembali mengikuti pola SBY dan Jokowi untuk mencari figur dari Indonesia Timur. Kalau benar Amran Sulaiman betul-betul dipilih oleh masyarakat timur untuk mewakili Kawasan timur Indonesia, maka dua figur yang paling tepat untuk menemani beliau adalah Ganjar Pranowo dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),” tegasnya.


Terpisah, Direktur PT. General Survei Indonesia, Herman Lilo menyebut wajar jika Amran Sulaiman didaulat oleh sejumlah akademisi sebagai figur yang tepat mewakili kawasan timur Indonesia di Pilpres mendatang.


Manuver Amran yang membongkar mafia pertanian selama ia menjabat menteri, adalah salah satu faktor yang membuat kepercayaan masyarakat tumbuh terhadap pengusaha ini. Itu belum termasuk kebijakan agraris Amran yang banyak menyasar petani miskin.


“Berdasarkan survei dari Lembaga Survei Nasional, kecenderungan masyarakat pemilih di Indonesia menginginkan figur baru dan muda yang bertarung di pilpres. Selain itu figur yang diinginkan adalah figur yang bersih dari korupsi dan jejak negatif masa lalu, memiliki prestasi hebat terhadap negara. Kriteria ini dimiliki semua oleh Andi Amran Sulaeman,” tandas Herman, Selasa (19/1/2021).


“Persoalan sosiologikal meski memiliki pengaruh tetapi berdasarkan kemajuan demokrasi, untuk pilpres, pemilih lebih menggunakan rasional choice atas nama kehendak bebasnya,” tandas dia. (*)